Kalau ditanya apa yang bikin saya rela macet-macetan di Jakarta, mulai sore hingga tengah malam, jawabannya cuma satu: martabak. Bukan cinta, bukan karir, tapi lelehan mentega yang bikin saldo bank nangis ๐ญ. Sebagai seseorang yang sudah mengorbankan kancing celana demi riset mendalam kuliner—atau lebih tepatnya, ritual pemujaan karbohidrat—saya akhirnya berhasil merangkum 12 martabak terenak di Jakarta khusus untuk kalian.
Dari yang teksturnya selembut pelukan orang tua hingga topping yang numpuk kayak tower apartemen Sudirman, daftar ini adalah hasil kurasi lidah saya yang sudah khatam mencicipi mana adonan yang 'berjiwa' dan mana yang cuma 'tepung numpang lewat'. Siap-siap diet kalian bubar setelah baca ini! ๐ฐ
๐ฅ Kenapa Daftar Ini Beda dari yang Lain?
⭐ Top 5: Martabak yang Udah Saya Hajar Sendiri
๐ฅ Top 7: Martabak Incaran Berdasarkan Sabda Netizen
๐ฐ Tips Hemat & Trik Order Martabak
๐ฏ Target Berikutnya: Martabak Djuara?
๐ค Kenapa Daftar Ini Beda dari yang Lain?
Jujur aja, banyak banget listicle di internet yang cuma copy-paste tanpa jiwa. Saat saya baca atau tonton karena penasaran, kalimat mantera yang sering bunyi, " enak banget,", "gurih.." dan ucapan yang menurut saya sih kurang njos banget untuk mengundang sensasi rasanya dalam pikiran. Di sini, saya bagi jadi dua kasta:
1. Martabak yang Udah Saya "Hajar" Langsung (nomor 1-5)
Ini adalah barisan martabak yang sudah terbukti secara nyata berhasil menggeser jarum timbangan saya ke kanan. Saya bicara berdasarkan pengalaman trauma perut kembung yang nyata ๐
2. Martabak yang Lagi Saya Incar (nomor 6-12)
Hasil investigasi mendalam di kolom review Google Maps, Twitter, sampai nanya-nanya temen yang doyan ngabisin duit buat martabak. Ini bukan random ngasal, tapi kurasi dari orang-orang yang lidahnya udah 'tersertifikasi'.
Kenapa saya pisahin? Karena saya nggak mau sok-sokan review sesuatu yang belum pernah saya coba. Kalo martabak nomor 6-12 nanti rasanya zonk, salahkan netizen, bukan saya ya ๐คฃ
⭐ Top 5: Martabak yang Udah Saya Hajar Sendiri
Oke, ini dia the real deal. Lima martabak ini udah melewati ujian nyata: masuk ke perut saya tanpa bikin nyesel (kecuali nyesel kenapa beli cuma 1 loyang ๐ค).
1. ๐ Martabak Bandung 79, Taman Surya
Martabak Bandung 79 satu dari saksi sejarah yang bikin rencana hidup sehat saya gagal total. Pertama kali nyobain, saya langsung paham kenapa orang-orang rela antre sampai tengah malam. Meskipun foto aslinya udah hilang ditelan sejarah (atau lebih tepatnya, terhapus gara-gara HP penuh), rasa menteganya masih membekas di ingatan kayak mantan yang nggak bisa dilupain. Dulu, waktu masih tinggal di Rusunawa Citypark, saya biasanya akan datang minimal 1 bulan sekali. Kalau sekarang, pasti mampir ke sana, saat main ke rumah kakak ipar di Perum Citra.
Martabak Bandung 79
- Ruko Taman Surya Jl. Taman Surya 3 No.35 Blok L1, RT.1/RW.13, Pegadungan, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520
- Kisaran harga Rp 75.000–100.000 per loyang
- Metode pembelian: Datang sendiri, pesan dengan aplikasi belanja online
- Waktu tunggu 10-30 menit situasi normal
- Jam buka sore sekitar 15.00 atau 16.00. Kalau males tunggu mereka beberes, sebaiknya jangan jam 15.00 pas sampai sana. Saya biasanya datang jam 16.30. Staf sudah siap terima pesanan.
Yang bikin istimewa: Adonannya klasik tapi nggak mainstream. Pori-porinya sempurna buat menyerap mentega—jadi nggak cuma ngambang di permukaan, tapi meresap sampai ke jiwa adonan. Pinggirannya garing tipis, bagian tengahnya lembut, dan menteganya? JANGAN DITANYA. Wisman asli yang bikin kolesterol saya kibar bendera putih ๐ณ️
Catatan: Lokasi tepatnya di sekitar Perum Palem. Kalau nyasar, tanya warga lokal—mereka pasti tau.
2. ๐ช Martabak Pecenongan 78, Jagakarsa
Ah, Si Porsi Monster! Kalau kalian liat martabak ini langsung, reaksi pertama pasti: "Itu buat berapa orang sih??" Tapi nyatanya, satu loyang bisa ludes sendiri kalau kalian lagi mode lapar tingkat dewa ๐
Untuk martabak ini, saya udah buatin ulasan tunggal khusus karena saking "nggak tahu diri"-nya topping yang ditumpuk. Bayangin aja: coklat meses, kacang, keju, susu—SEMUA NUMPUK KAYAK LAGI DIKEJAR DEADLINE. Kalian bisa baca detail penderitaan—eh, maksudnya kebahagiaan—saya di postingan lengkapnya di sini.
Martabak Pecenongan 78 - Jagakarsa
- Jl. Durian No.29 C, RT.4/RW.4, Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12620
- Kisaran harga Rp 75.000–100.000
- Metode pembelian: Datang sendiri, pesan dengan aplikasi belanja online
- Waktu tunggu 10-30 menit situasi normal
- Jam buka 24 jam.
Poin penting: Jangan pesan pas lagi diet. Serius. Martabak ini adalah sabotase murni untuk resolusi tahun baru kalian ๐ซฃ
3. ๐ Martabak Sinar Bulan, Muara Karang
Ini dia kastanya Sultan! Harganya memang bikin kita mastiin, saldo Qris atau debitnya cukup atau ga? Martabak Sinar Bulan, Muara Karang terkenal isi dan toppingnya seolah tumpah jika Anda angkat dari bungkusannya. ".. ya ampun, worth it banget buat foodies yang suka toping banjiran Topping Wisman-nya tuh tumpah-tumpah kayak orang lagi bagi-bagi THR. Nggak pelit sama sekali!
Satu potong aja, cukup buat bekal kenyang sampai besok pagi atau maksimal besok siangnya. Saya pernah nekat tes makan sendirian satu loyang (ukuran reguler), dan hasilnya? Ga habis juga Tidur kayak orang habis operasi. Food coma level maximum ๐ค
Yang bikin nagih: Menteganya premium, nggak cuma banyak tapi kualitasnya juga juara. Keju craft-nya melimpah, coklat Toblerone-nya nggak pelit, dan adonannya tebel lembut kayak kasur hotel bintang lima.
Martabak Sinar Bulan, Muara Karang
- Jl. Pluit Karang Indah Timur Blok 8 Timur No.102, RT.6/RW.12, Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450
- Kisaran harga Rp 175.000–200.000
- Metode pembelian: Datang sendiri, pesan dengan aplikasi belanja online
- Waktu tunggu 10-30 menit situasi normal
- Jam buka 16.30
Lokasi: Muara Karang. Siap-siap parkir susah kalau weekend!
4. ๐ Martabak Bandung Jaya, Pluit
Lokasi: deket Supermarket Total Pluit. Strategis banget ini mah! Kalian bisa pura-pura belanja buah sehat dulu, terus cheating dikit beli martabak. Alibi sempurna ๐
Teksturnya pas banget—nggak terlalu benyek sampai minyakan, tapi juga nggak kering kayak karton. Ada juicy-nya, tapi nggak sampai bikin tangan lengket. Balance is the key, dan mereka ngerti banget filosofi ini.
Martabak Bandung Jaya
- Jl. Pluit Sakti No.75 4, RT.4/RW.6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450
- Kisaran harga Rp 50.000–75.000
- Metode pembelian: Datang sendiri, pesan dengan aplikasi belanja online
- Waktu tunggu 10-30 menit situasi normal
- Jam buka 15.00-22.00
Harganya juga masuk akal. Nggak se-sultan Sinar Bulan, tapi juga nggak murahan yang bikin curiga. Comfort food yang aman di kantong—cocok buat kalian yang martabak-an tiap minggu tapi nggak mau bokek ๐ธ
5. ๐จ Martabak Orins, Jagakarsa
Si Raja Promo! Kalau kalian follow Instagram-nya, pasti sering liat promo ini-itu. Tapi HATI-HATI—jangan sampai terjebak promo 'loyang mini' yang ukurannya seukuran tatakan gelas ☕. Saya udah jadi ngalamin. Dikira dapet martabak seukuran loyang martabak beneran, yang dateng kayak sample tester ๐ค
Yang bikin menarik: Tampilan martabak pizza-nya estetik banget buat konten. Topping-nya colorful, layoutnya rapi kayak lagi foto produk. Tapi jangan lupa, tanya ukuran loyang sebelum klik 'Order'—ini pesan penting dari saya yang udah udah ๐
Rasanya? Standar enak. Nggak istimewa amat, tapi juga nggak mengecewakan. Masuk kategori 'cukup buat ngilangin ngidam' tanpa ekspektasi berlebih.
๐ฅ Top 7: Martabak Incaran Berdasarkan Sabda Netizen
Nah, yang ini adalah hasil investigasi saya di kolom review Google Maps dan debat kusir di Twitter soal mana martabak yang paling layak dikunjungi. Saya belum nyobain langsung, tapi reputasinya udah kenceng banget di dunia permartabakan Jakarta ๐ต️
6. ๐ฅ Martabak AA, Manggarai
Kata Netizen: "Ini legenda hidup. Kalau belum nyobain Martabak AA, jangan ngaku anak Jakarta!"
Review-nya bombastis semua! Ada yang bilang aroma adonannya nggak bakalan ditemuin di tempat lain—kayak punya 'signature smell' gitu. Tapi antreannya? Butuh kesabaran setingkat dewa ๐ค. Ada yang cerita pernah nunggu 2 jam cuma buat dapet 1 loyang. Worth it nggak? Kata mereka sih SANGAT.
Yang bikin penasaran: Kenapa kok bisa se-legend itu? Apa ada bumbu rahasia? Apa adonannya difermentasi pakai mantra? Atau emang lidah netizen lagi pada sakit? ๐ค Ini masuk daftar teratas martabak yang WAJIB saya cobain tahun ini.
7. ๐ฅ Martabak 65 Bangka, Pecenongan
Pelopor martabak premium di Jakarta! Konon katanya, ini martabak pertama yang berani jual mahal tapi beneran worth the price. Bukan mahal karena gengsi, tapi mahal karena kualitas bahan nggak main-main.
Yang paling banyak dibahas netizen: Tipker alias Tipis Kering-nya! Ini adalah penyelamat bagi kaum yang mau ngemil martabak tapi nggak mau merasa terlalu berdosa. Teksturnya tipis, crispy di pinggiran, tapi tetep juicy di dalem. Masterpiece ๐จ๐ณ
Fun fact: Ada review yang bilang, "Gue rela macet Pecenongan cuma buat ini." Kalau udah ada yang rela macet, ya berarti emang the real deal lah ya ๐
8. ๐ Martabak Akim, Tanjung Duren
Kata Netizen: "Varian adonannya unik! Ada pandan, ada hitam (charcoal). Instagrammable parah!"
Nah ini dia yang bikin beda—mereka main di variasi adonan, bukan cuma variasi topping. Adonan pandan yang warnanya hijau natural, adonan hitam yang aesthetic banget buat konten. Tapi yang paling penting: rasanya konsisten dan nggak meninggalkan jejak minyak di tenggorokan.
Review netizen bilang teksturnya fluffy banget, dan mereka nggak pelit mentega. Ada yang sampai bilang: "Ini martabak yang bikin pengen balik lagi besok." Kalau udah ada testimoni kayak gini, ya mana bisa nolak coba? ๐
9. ๐ธ Martabak Boss
Jagonya visual! Ini martabak yang bikin IG Story kalian penuh likes. Topping kekinian kayak Red Velvet, Oreo, Lotus Biscoff—semua ada di sini. Warnanya cerah, layoutnya rapi, cocok banget buat konten sebelum martabaknya ludes dimakan ๐ฑ
Tapi ada warning dari beberapa netizen: "Enak sih, tapi jangan expect rasa tradisional." Ini martabak yang lebih ke arah modern, jadi kalau kalian tim klasik yang cuma mau coklat-keju-kacang, mungkin agak kaget sama inovasi mereka.
Target market: Anak muda yang suka eksperimen rasa dan butuh konten aesthetic buat feed ๐จ
10. ๐งช Martabak Lab, Tebet
Ini bukan martabak biasa—ini LABORATORIUM martabak! Nama tempatnya aja udah ngasih hint: mereka suka eksperimen ๐ฌ
Kata netizen, menu di sini selalu berubah. Ada yang bikin topping salted egg, ada yang bikin fusion Thai tea, bahkan ada yang pernah liat martabak rasa rendang. Wild banget kan? Tapi yang bikin menarik: tempatnya juga asik buat nongkrong. Jadi nggak cuma beli-terus-pulang, tapi bisa duduk sambil ngobrol dan stalking mantan di Instagram dengan damai ☕
Cocok buat: Kalian yang bosen rasa mainstream dan suka tantangan rasa baru!
11. ๐ง Martabak Bangka Akun, Kelapa Gading
Rasa otentik Bangka yang sangat kuat! Ini martabak yang nggak main-main sama akar budayanya. Netizen bilang, kalau kalian pernah ke Bangka dan nyobain martabak di sana, rasanya mirip banget—bahkan ada yang bilang lebih enak ๐คฏ
Yang bikin beda: Nggak terlalu manis. Jadi gurihnya keju dan kacangnya bener-bener keluar. Ada yang review: "Ini martabak yang bikin kita sadar, ternyata selama ini kita makan gula semua." ๐
Bonus info: Katanya pemiliknya asli dari Bangka dan bawa resep turun-temurun. Legit!
12. ๐ฅ Martabak Rudy, Pondok Indah
PLOT TWIST: Ini martabak telur (martabak asin)! Saya masukin ke list karena banyak banget yang recommend sebagai "obat penawar" kalau kalian udah kelebihan makan martabak manis ๐คฃ
Kata netizen: Martabak telurnya garing, dagingnya berasa (bukan cuma bayangan), dan kuah cuko-nya pas—nggak terlalu asem, nggak terlalu manis. Ada yang sampai bilang: "Ini martabak telur paling enak yang pernah gue makan se-Jakarta."
Fun fact: Sering dijadiin comfort food pas lagi hujan-hujan. Soalnya anget, gurih, dan bikin perut happy tanpa bikin kembung kayak martabak manis ๐ง️
๐ฐ Tips Hemat & Trik Order Martabak
Oke, sebelum kalian langsung gas ke 12 martabak ini dan bangkrut dalam seminggu, liat tips saya dulu:
1. Jangan Pesan Pas Lagi Kenyang
Kalau perut udah penuh, ekspektasi kalian bakal turun. Martabak terenak sekalipun bakal terasa biasa aja kalau kalian maksa makan pas udah kebobolan nasi Padang ๐
2. Cek Promo di Aplikasi Ojol
Beberapa martabak kayak Orins dan Martabak Boss sering banget kasih diskon gede-gedean. Manfaatin! Tapi ingat warning saya tadi soal ukuran loyang mini ya ๐
3. Order Setengah Matang (Kalau Bisa)
Ini trik dari temen saya yang kerja di salah satu brand martabak: martabak yang agak setengah matang itu lebih lembut dan nggak kering. Tapi nggak semua tempat terima request ini sih—coba aja tanya dulu! Kalau saya beli martabak, lebih sering pesan, pinggirannya bikin garing. Beuh...pas sampe rumah, yg digeragotin bukan tengah dulu, pinggirannya.
4. Balik Martabak Sebelum Dipotong
Kalau kalian beli martabak dan bawa pulang, balik dulu loyang-nya sebentar biar mentega meresap merata. Jangan langsung potong pas masih panas—tunggu 2-3 menit biar teksturnya settle ๐ง
Tabel Perbandingan Harga & Porsi:
| Nama Martabak | Kategori Harga | Porsi vs Ekspektasi | Rekomendasi |
|---|---|---|---|
| Pecenongan 78 | Menengah | Monster (Tumpah!) | Buat berbagi 3-4 orang |
| Sinar Bulan | Sultan ๐ | Sangat Tebal | Buat treat yourself |
| Martabak Orins | Promo Hunt | Mini (Cek Ukuran!) | Buat ngemil doang |
| Martabak AA | Menengah-Tinggi | Reguler | Worth the wait! |
Disclaimer Foto: Jika ada foto di artikel ini yang terlihat terlalu bagus, itu berarti kiriman sobat kental saya yang saya pinjam paksa ๐ธ. Tenang, fotonya asli dokumen pribadi, bukan hasil nyomot internet tanpa izin!
๐ฏ Target Berikutnya: Martabak Djuara?
Penelitian kolesterol saya belum berakhir! Target saya berikutnya adalah Martabak Djuara di Jagakarsa. Katanya rating Google-nya 5 bintang sempurna. Benarkah sesakti itu? Atau cuma hype doang? ๐ค
Saya udah mulai nabung mental (dan nabung beneran) buat nyobain satu per satu dari daftar nomor 6-12. Kalau kalian punya rekomendasi martabak lain yang belum masuk list, tulis di komentar ya! Siapa tau jadi tambahan di list tahun depan ๐ฐ
Yang pasti: Perjalanan saya mencari martabak terenak di Jakarta masih panjang. Dan saya nggak akan berhenti sampai celana saya nggak muat lagi. (Eh tunggu, itu bukan goal yang baik ya? ๐ )
๐ Punya pengalaman seru soal martabak? Atau ada rekomendasi yang belum masuk list? Drop di komentar—saya baca semua kok!

Komentar
Posting Komentar