Kemarin sore, saya iseng jalan-jalan ke Kelapa Gading sambil cari makan siang yang agak beda. Tahu sendiri kan, restoran chinese food Kelapa Gading itu banyak banget pilihannya—dari yang legendaris sampai yang baru buka. Setelah mencoba sate babi Ko Lim, kali ini saya nyobain salah satu tempat yang lagi ramai dibicarakan di kalangan teman-teman saya. Katanya sih, makanannya enak dan harganya masih masuk akal untuk ukuran kuliner berbahan dasar daging babi. Penasaran kan? Yuk, saya ceritain pengalaman saya dari A sampai Z!
| Potongan daging babi yang dimasak dengan teknik slow-braising hingga empuk dengan saus kecap yang kental dan glossy. Terlihat di piring putih dengan telur rebus dan garnish daun ketumbar. |
- 🍜 Kenapa Saya Pilih Restoran Ini?
- 🍽️ Visual & Plating: Mata Dimanjakan Dulu
- 👃 Sensasi Rasa & Aroma yang Bikin Ketagihan
- 🥢 Tekstur: Empuk, Juicy, dan Melting!
- 📊 Kualitas vs Harga: Worth It Atau Zonk?
- ⭐ Kelebihan yang Bikin Saya Balik Lagi
- ⚠️ Kekurangan yang Harus Kamu Tahu
- 💡 Tips dari Saya Sebelum Kamu Datang
- 🎯 Penilaian Akhir Saya (Skala 1-10)
- ✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?
🍜 Kenapa Saya Pilih Restoran Ini?
Jadi ceritanya, saya lagi pengen makan restoran chinese food Kelapa Gading yang agak beda dari biasanya. Bukan yang sudah terlalu mainstream kayak Din Tai Fung atau Imperial Kitchen (walaupun dua-duanya memang enak sih). Saya pengen tempat yang masih relatif baru, tapi udah mulai rame dibicarain orang. Nah, setelah baca-baca review di Google Maps dan tanya-tanya ke grup WhatsApp keluarga, akhirnya saya jatuh hati sama satu tempat yang lokasinya di area Kelapa Hibrida. Namanya cukup unik dan katanya spesialisasi mereka adalah Babi Hong—hidangan khas Chinese yang pakai daging babi dengan bumbu kecap manis khas Tionghoa.
| View Lokasi Depan Ba-Hong, Kelapa Gading |
Waktu itu sekitar jam 12 siang, dan saya datang dengan seluruh keluarga. Begitu masuk, saya langsung suka sama suasananya: ruangan ber-AC dingin, bersih, dan yang paling penting—gak berisik! Ada pembagian area non-smoking juga, jadi cocok banget buat kamu yang gak suka bau rokok mengganggu saat makan. Tapi, yang bikin saya agak kaget adalah pelayanannya. Staff-nya ramah sih, tapi keliatan banget masih kurang pengalaman handle tamu dine-in. Ada beberapa pesanan saya yang sempat terlewat, dan saya harus nanya-nanya sendiri, "Mas, kapan nih keluar makanannya?" Untungnya, mereka responsif dan langsung follow up ke dapur.
🍽️ Visual & Plating: Mata Dimanjakan Dulu
Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang bikin excited: tampilan makanannya! Pertama kali hidangan datang ke meja, saya langsung auto ambil HP buat foto. Soalnya, penataan piring mereka itu simpel tapi elegan banget. Mereka pakai piring keramik putih minimalis yang bikin warna makanan jadi pop dan kontras. Babi Hong-nya disusun rapi dengan garnis daun bawang segar dan sedikit irisan cabai merah sebagai aksen warna. Di sampingnya, ada semangkuk kecil saus babi hong yang warnanya cokelat gelap mengkilap—bikin ngiler!
| Potongan daging babi yang dimasak dengan teknik slow-braising hingga empuk dengan saus kecap yang kental dan glossy |
Yang saya suka, mereka gak over-decorative. Gak ada edible flowers atau garnish aneh-aneh yang cuma jadi pajangan doang. Semuanya fungsional dan bisa dimakan. Hamchoi (acar sawi asin khas Chinese) disajikan dalam porsi kecil tapi cukup, dengan warna hijau tua yang masih segar. Ditambah setengah telur pindang yang dipotong cantik, plus pakchoy rebus yang masih hijau cerah—bener-bener bikin selera makan langsung naik! Kalau kamu yang suka foto-foto makanan buat Instagram, dijamin deh ini bakalan #instagrammable banget.
👃 Sensasi Rasa & Aroma yang Bikin Ketagihan
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu: rasa dan aromanya! Begitu piring Babi Hong sampai di meja, aroma manis kecap langsung tercium kuat. Tapi bukan manis yang enek loh ya—ini manis gurih dengan sedikit hint dari lima bumbu (five spice) khas masakan Tionghoa. Ada aroma adas manis, cengkeh, dan kayu manis yang halus tapi bikin penasaran. Saya sampai tutup mata sebentar buat nikmatin aromanya sebelum mulai makan. Pasangan saya sampai bilang, "Baunya aja udah bikin laper banget!"
| Sup berwarna putih susu yang creamy, biasanya berisi tahu sutra dan telur pitan (century egg). |
Pas dicoba gigitan pertama, rasa umami dari daging babi langsung meledak di mulut. Bumbunya meresap sempurna sampai ke dalam, gak cuma nempel di permukaan doang. Ada manis dari kecap, gurih dari lemak babi, dan sedikit asin dari hamchoi yang jadi pelengkap sempurna. Yang bikin makin mantap, mereka kasih saus babi hong terpisah yang bisa kamu tuang sesuai selera. Sausnya kental, manis-gurih, dan pas banget buat disiram di atas nasi putih hangat. Saya pribadi suka banget kombinasi ini—nasi putih + babi hong + saus + hamchoi = surga dunia!
Satu lagi yang menurut saya relevan banget dengan tren kuliner 2026 adalah penggunaan bahan yang relatif sustainable. Walaupun ini masakan traditional Chinese, tapi mereka tetep mindful sama food waste. Semua bagian babi dimasak dengan teknik yang pas, jadi gak ada yang kebuang percuma. Ini sejalan banget sama tren zero-waste cooking yang lagi naik daun di kalangan restoran-restoran modern.
🥢 Tekstur: Empuk, Juicy, dan Melting!
Kalau bicara soal tekstur, saya harus kasih applause buat chef-nya. Daging babi hong-nya empuk banget sampai-sampai hampir melting di mulut! Mereka kayaknya masak pakai teknik slow-cooking atau mungkin braising lama banget, soalnya dagingnya gampang banget dilepas dari tulang. Gak perlu effort besar buat ngunyah—cukup ditekan dikit sama lidah, langsung lumer. Lemaknya juga gak bikin eneg, justru nambah juicy dan bikin teksturnya makin kaya.
Hamchoi-nya punya tekstur yang kontras: ada crunch dari sawi yang masih agak renyah, tapi juga ada kelembutan dari bagian yang udah terendam bumbu lama. Telur pindangnya kenyal lembut dengan kuning telur yang masih sedikit creamy—pas banget! Pakchoy rebus juga masih crunchy di batangnya, tapi daun-daunnya udah lembut. Kombinasi tekstur yang berbeda-beda ini bikin setiap suapan gak membosankan. Kadang saya dapet yang empuk, kadang crunchy, kadang creamy—it's a texture party in my mouth!
📊 Kualitas vs Harga: Worth It Atau Zonk?
Oke, sekarang pertanyaan sejuta umat: apakah harganya sebanding dengan rasa dan porsinya? Jujur, saya bilang: worth it banget! Harga satu porsi Nasi Babi Hong sekitar 5
| Daging babi dengan kulit yang super krispy, disajikan dengan telur rebus dan saus samping. Ini yang di piring putih dengan tekstur kulit yang terlihat garing |
0 ribu-an (saya gak inget persis, tapi berkisar segitu). Untuk ukuran restoran chinese food Kelapa Gading yang menggunakan bahan utama daging babi berkualitas, harga segitu masih termasuk standar dan gak mahal-mahal amat. Apalagi porsinya lumayan besar—ada 4-5 slices daging babi tebal, nasi putih yang cukup mengenyangkan, plus lauk pelengkap lengkap.
Kalau dibandingin sama harga di restoran chinese food legendaris lain di Kelapa Gading kayak Chuan Tin atau A Hwuat, harganya kompetitif kok. Bahkan menurut saya, dari segi rasa, tempat ini gak kalah enak. Cuma mungkin karena mereka masih relatif baru, brand awareness-nya belum sekuat kompetitor yang udah puluhan tahun berdiri. Tapi kalau kamu tanya saya secara jujur: dengan kualitas makanan sebagus ini, harga 80 ribu per porsi itu masih reasonable dan value for money.
| Menu Pilihan yang dilengkapi harga di Ba-hong |
⭐ Kelebihan yang Bikin Saya Balik Lagi
Setelah makan di sini, saya catat beberapa kelebihan yang bikin saya tertarik buat balik lagi:
1. Rasa Makanan yang Autentik dan Enak
Ini yang paling utama. Rasanya bener-bener otentik Chinese food dengan bumbu yang meresap sempurna. Gak terlalu asin, gak terlalu manis—balanced banget!
2. Suasana Nyaman dan Bersih
Ruangan ber-AC dingin, bersih, gak berisik, dan ada area non-smoking. Cocok banget buat makan siang santai atau dinner bareng keluarga.
3. Harga Standar dan Masuk Akal
Untuk kualitas sebagus ini, harga 80 ribu-an per porsi masih worth it banget. Apalagi porsinya gede dan bikin kenyang.
4. Staff Ramah dan Responsif
Walaupun ada beberapa kesalahan kecil, tapi staff-nya ramah dan cepat tanggap begitu saya komplain. Mereka langsung follow up dan minta maaf.
5. Lokasi Strategis di Kelapa Gading
Lokasinya gampang dijangkau, ada parkiran yang cukup luas, dan deket sama area perumahan dan mall.
⚠️ Kekurangan yang Harus Kamu Tahu
Tapi, gak ada yang sempurna di dunia ini kan? Ada beberapa kekurangan yang menurut saya perlu diperbaiki:
1. Pelayanan Masih Kurang Terlatih
Ini yang paling kentara. Staff-nya keliatan masih kurang pengalaman handle dine-in. Ada beberapa pesanan saya yang terlewat, dan saya harus nanya sendiri ke mereka. Sepertinya mereka lebih terbiasa handle order online daripada melayani tamu yang makan di tempat. Pelayanannya juga kurang fokus—mudah banget berganti orang lain melayani, sehingga ada risiko pesanan yang belum keluar gak sampai ke chef.
2. Tidak Ada Fasilitas WiFi
Di era 2026 ini, WiFi gratis di restoran tuh udah jadi kebutuhan dasar. Sayang banget tempat ini belum sediain WiFi untuk tamu. Padahal kalau ada WiFi, tamu bisa lebih betah nongkrong lama sambil order dessert atau minuman tambahan.
3. Menu Masih Terbatas
Pilihan menunya belum terlalu banyak. Mayoritas fokus ke olahan babi. Kalau kamu yang gak makan babi atau pengen variasi lain, mungkin kurang cocok.
💡 Tips dari Saya Sebelum Kamu Datang
Supaya pengalaman makan kamu lebih maksimal, ini beberapa tips dari saya:
1. Datang di Jam yang Gak Terlalu Ramai
Kalau bisa, hindarin jam makan siang peak hour (12-13.00) atau malam weekend. Soalnya kalau rame, pelayanannya bisa lebih lama lagi.
2. Jangan Ragu Ngingetin Staff Kalau Ada Pesanan yang Lama
Dari pengalaman saya, kadang pesanan terlewat karena komunikasi internal mereka kurang baik. Jadi kalau udah nunggu lebih dari 20 menit, langsung tanya aja dengan sopan.
3. Pesen Sausnya Terpisah
Saus babi hong-nya enak banget! Jangan lupa pesen saus ekstra kalau kamu suka rasa yang lebih kaya.
4. Ajak Teman atau Keluarga Buat Sharing
Porsinya lumayan gede, jadi lebih asik kalau makan bareng dan bisa cobain beberapa menu sekaligus.
🎯 Penilaian Akhir Saya (Skala 1-10)
Oke, sekarang saatnya saya kasih skor objektif berdasarkan pengalaman kemarin:
Rasa Makanan: 9/10
Enak banget, autentik, dan bumbu meresap sempurna. Cuma dikurangin 1 poin karena pilihan menunya masih terbatas.
Plating & Presentasi: 8/10
Simpel tapi elegan. Instagrammable dan fungsional.
Tekstur: 9/10
Empuk, juicy, dan variatif. Hampir sempurna!
Harga & Porsi: 8.5/10
Worth it banget untuk kualitas sebagus ini.
Pelayanan: 6/10
Ini yang paling lemah. Staff ramah tapi masih kurang terlatih.
Suasana & Kebersihan: 8.5/10
Nyaman, bersih, dan gak berisik. Cuma kurang WiFi aja.
![]() |
| Fasilitas Pendukung yang disediakan |
TOTAL SKOR: 8.2/10
✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?
Jadi, apakah tempat ini lebih baik dari restoran chinese food Kelapa Gading yang lain? Kalau dari segi rasa, saya bilang mereka kompetitif banget—bahkan bisa jadi salah satu yang terenak di area Kelapa Gading. Tapi, dari segi pelayanan, mereka masih kalah jauh sama kompetitor yang udah established kayak Din Tai Fung atau Chuan Tin.
Wajib coba atau skip? Jawaban saya: WAJIB COBA! Apalagi kalau kamu pecinta Babi Hong atau lagi nyari restoran chinese food Kelapa Gading yang enak dan harga masih reasonable. Cuma pastiin kamu datang dengan ekspektasi yang realistis: makanannya top, tapi pelayanannya masih perlu dipoles. Kalau kamu tipe yang gak terlalu picky soal service dan lebih fokus ke rasa, tempat ini bakal jadi hidden gem buat kamu!
Oh iya, kalau kamu udah pernah makan di sini juga, share dong pengalaman kamu di kolom komentar! Atau kalau ada rekomendasi restoran chinese food lain di Kelapa Gading yang wajib dicoba, kasih tahu saya ya. Sampai jumpa di review berikutnya! 🍜✨
.webp)
Komentar
Posting Komentar