Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

Pernah nggak sih kamu lagi nyari makan malam yang ngenyangkain tapi kantong masih aman? Nah, saya sudah nemuin solusinya—dan spoiler alert: porsinya bikin mata melotot! Tapi sebelum kamu langsung grab HP buat pesan, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu dulu tentang tempat makan satu ini.

Ketoprak versi jumbo dengan harga minimalis Rp. 17000
Ketoprak jumbo cuman 17000 bikin kenyang. Bumbu kacangnya medok dan gurik

Apa Itu Ketoprak Bang Neon dan Kenapa Saya Tertarik?

Ketoprak Bang Neon adalah kedai ketoprak yang berlokasi di Jl. Moh. Kahfi 1, Gang Cermai, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tempatnya strategis banget, persis di samping Gang Cermai dan sebrang Indomart—jadi kalau kamu nyasar, tinggal cari landmark itu aja. Kedai ini sudah cukup populer di kalangan warga Jagakarsa, terutama karena satu keunggulan utama: porsi jumbonyalah yang bikin kenyang maksimal dengan harga yang masih ramah di kantong mahasiswa kayak saya.

Yang menarik dari Bang Neon ini adalah mereka punya menu andalan bernama "Ketoprak Biasa 1 Setengah Porsi". Pas pertama kali dengar, saya pikir ini cuma gimmick marketing doang. Eh ternyata beneran jumbo! Saya jadi penasaran, apakah ini strategi mereka bersaing dengan kedai ketoprak lain di sekitar Jagakarsa yang juga lumayan banyak. Selain itu, kamu bisa pesan lewat aplikasi online seperti GoFood, jadi gak perlu repot keluar rumah kalau lagi males atau hujan deres.


Pilihan Menu dan Cara Pesan yang Fleksibel

Menu di Ketoprak Bang Neon cukup variatif meskipun fokus utamanya tetap ketoprak. Rentang harganya mulai dari Rp 17.000 sampai Rp 29.000—masih sangat terjangkau untuk ukuran Jakarta Selatan. Kamu bisa pilih ketoprak biasa, ketoprak dengan tambahan telur ceplok, telur dadar, atau bahkan telur asin kalau mau sensasi rasa yang lebih kaya. Buat yang suka pedas, mereka juga punya menu "Special Extra Pedes" dengan harga sekitar Rp 18.000 - Rp 22.000.

Cara pesannya gampang banget. Kamu bisa langsung datang ke lokasinya (buka dari pagi sampai malam), atau kalau lagi di rumah aja, tinggal buka aplikasi pesan makanan online. Nomor WA mereka juga aktif di 0838 7224 5265 kalau kamu mau tanya-tanya dulu sebelum pesan. Yang perlu diingat: mereka tegas banget soal kebijakan bumbu tidak bisa dipisah. Jadi kalau kamu tipe yang suka atur sendiri kekentalan bumbu atau mau simpan buat dimakan nanti, ini bisa jadi kendala.

Sensasi Rasa yang Bikin Lidah Goyang

Visual & Plating: Begitu pesanan datang, yang pertama bikin saya kagum adalah porsinya yang bener-bener banyak. Piring ketoprak ini penuh sesak dengan potongan lontong putih kenyal, bihun yang masih kelihatan segar, tahu goreng yang berwarna keemasan, dan tauge yang renyah. Di atasnya disiram bumbu kacang berwarna cokelat kemerahan yang kental, ditaburi bawang goreng yang masih kriuk, dan kerupuk sebagai pelengkap. Secara visual, platingnya memang sederhana ala street food, tapi porsi jumbonya langsung bikin mata berbinar.

Sensori (Rasa & Aroma): Begitu tutup dibuka, aroma bumbu kacang medok langsung menyeruak. Ada wangi kacang tanah yang disangrai, sedikit hint manis dari kecap, dan aroma cabai yang menggoda. Saat saya coba suapan pertama, rasa gurih dari bumbu kacang langsung mendominasi. Kombinasi rasa gurih, manis, dan sedikit pedas dari cabai tercampur sempurna. Yang menarik, mereka menggunakan teknik peracikan bumbu tradisional Betawi yang autentik—kacang dihaluskan dengan bumbu-bumbu pilihan, menghasilkan tekstur yang creamy tapi tetap ada sedikit granuler dari kacang yang tidak terlalu halus.

Tekstur: Lontongnya empuk tapi tidak lembek, masih punya sedikit kenyal yang pas di gigitan. Tahu gorengnya crunchy di luar, lembut di dalam—ini poin penting karena banyak ketoprak yang tahunya udah lembek. Bihunnya licin dan smooth, berpadu sempurna dengan tauge yang masih fresh dan renyah. Kerupuknya juga masih kriuk, belum melempem kena bumbu. Overall, ada harmoni tekstur antara yang lembut (lontong, tahu), crunchy (tauge, kerupuk), dan licin (bihun).

Relevansi dengan Tren Kuliner 2026

Di tengah tren kuliner 2026 yang makin condong ke makanan plant-based dan berkelanjutan, ketoprak sebenarnya punya posisi strategis. Makanan ini berbasis nabati dengan bahan utama seperti tahu, lontong, dan bumbu kacang yang kaya protein. Bahkan TasteAtlas menempatkan ketoprak di peringkat ke-26 sebagai salad terenak di dunia pada tahun 2024, dan popularitasnya terus meningkat hingga 2026.

Ketoprak Bang Neon meskipun belum sepenuhnya mengadopsi konsep sustainability modern (masih pakai styrofoam untuk delivery), tapi mereka mempertahankan resep tradisional yang autentik. Ini sejalan dengan tren "back to roots" dimana konsumen 2026 makin menghargai makanan tradisional yang dibuat dengan cara konvensional. Apalagi harganya yang affordable, cocok banget dengan tren "mindful spending" di kalangan Gen Z dan Milenial yang lebih selektif dalam pengeluaran makanan.

Kelebihan Ketoprak Bang Neon

Porsi Jumbo dengan Harga Ramah: Ini juara banget. Menu "1 Setengah Porsi" mereka beneran bikin kenyang plong. Dengan harga di bawah Rp 30.000, kamu udah dapet porsi yang bahkan cukup untuk dua orang kalau mau sharing. Buat mahasiswa atau pekerja kantoran yang budget terbatas, ini solusi makan yang ekonomis.

Bumbu Kacang yang Medok: Bumbu kacangnya punya karakter kuat—gurih, manis, dan kental. Bukan tipe bumbu yang cair atau hambar. Kamu bisa ngerasain bahwa mereka gak pelit sama kacang tanah dalam racikan bumbunya. Rasa manisnya juga pas, gak terlalu lebay kayak beberapa ketoprak yang saya pernah coba.

Kemudahan Akses: Sudah terintegrasi dengan platform delivery online, jadi sangat convenient buat yang gak mau keluar rumah. Lokasi kedainya juga strategis dan gampang ditemuin. Plus, mereka buka dari pagi sampai malam, jadi fleksibel buat sarapan, makan siang, atau makan malam.

Varian Topping Beragam: Kamu bisa custom pesananmu dengan tambahan telur ceplok, telur dadar, atau telur asin. Ini memberikan fleksibilitas rasa dan tekstur sesuai selera masing-masing.

Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Bumbu Tidak Bisa Dipisah: Ini kekurangan paling obvious. Mereka tegas banget soal kebijakan ini—bumbu sudah dicampur langsung dengan bahan-bahannya. Kalau kamu tipe yang suka ngatur sendiri kekentalan bumbu atau mau simpan ketopraknya buat dimakan beberapa jam kemudian, this is a problem. Bumbu yang udah nyampur lama-lama bakal bikin lontong dan bihun jadi lembek dan berair.

Porsi Sayuran Minim: Ketoprak memang bukan gado-gado yang full sayuran, tapi di Bang Neon ini porsi sayurnya (tauge dan timun) terasa agak kurang. Padahal di era 2026 konsumen makin aware soal balanced nutrition. Rasanya perlu lebih banyak sayuran buat nambah serat dan vitamin.

Bumbu Kadang Kurang Konsisten: Dari beberapa kali saya pesan, ada satu-dua kali bumbunya agak lebih asin atau kurang manis. Mungkin tergantung siapa yang racik hari itu. Konsistensi rasa ini penting buat build customer loyalty jangka panjang.

Tips Menikmati Ketoprak Bang Neon ala Saya

Pertama, kalau kamu baru pertama kali coba, saya saranin pesan yang porsi biasa dulu biar gak kaget sama besarnya porsi 1,5. Kecuali kamu emang lagi laper banget atau mau sharing sama teman. Kedua, karena bumbu gak bisa dipisah, pastiin kamu langsung makan begitu pesanan datang biar teksturnya masih optimal. Jangan tunggu sampai berjam-jam karena lontong dan bihun bakal jadi soggy.

Ketiga, kalau kamu suka pedas, coba deh pesan menu Extra Pedes mereka. Tapi hati-hati, pedasnya lumayan nendang! Keempat, tambahin telur asin kalau mau sensasi rasa yang lebih unik. Gurihnya telur asin padu banget sama bumbu kacang yang manis. Terakhir, kalau pesan via online, kasih catatan khusus kalau kamu mau tingkat kepedasan atau kemanisan tertentu—kadang mereka bisa accommodate request kamu.

Penilaian Saya untuk Ketoprak Bang Neon (Skala 1-10)

Rasa: 7.5/10 - Bumbu kacangnya enak dan medok, tapi kadang kurang konsisten. Ada satu-dua kali agak terlalu "encer' buat lidah saya.

Porsi: 9/10 - Ini juara banget! Porsi 1,5 mereka beneran gede. Cuma dikurangin 1 poin karena sayurannya kurang banyak.

Harga: 9/10 - Sangat worth it. Dengan harga di bawah Rp 30.000 kamu udah kenyang maksimal.

Pelayanan: 7/10 - Pelayanan standar, nothing special. Tapi respon WA dan online ordernya cepat.

Kebersihan: 7/10 - Dari yang saya lihat saat datang langsung, kebersihan lumayan oke. Tapi packaging untuk delivery masih bisa ditingkatkan.

Overall Rating:  8.0/10

Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?

Ketoprak Bang Neon ini wajib coba kalau kamu lagi nyari makan yang ngenyangkain dengan budget terbatas. Porsi jumbonya benar-benar value for money, dan bumbu kacangnya punya karakter kuat yang khas. Cocok banget buat mahasiswa, pekerja kantoran, atau siapa aja yang pengen makan kenyang tanpa bikin dompet nangis.

Tapi kalau kamu tipe yang perfeksionis soal konsistensi rasa, atau sangat peduli dengan sustainability dan eco-friendly packaging, mungkin kamu perlu adjust ekspektasi atau cari alternatif lain. Kebijakan bumbu yang gak bisa dipisah juga bisa jadi dealbreaker buat beberapa orang.

Overall, Ketoprak Bang Neon adalah pilihan solid untuk street food tradisional yang autentik dengan harga affordable. Mereka gak sempurna, tapi untuk porsi dan harga yang ditawarkan, this is a pretty good deal. Saya pribadi bakal balik lagi kesini, terutama kalau lagi butuh makan yang bikin kenyang plong tanpa mikir budget. Rating saya: 7.2/10 - Recommended buat dicoba!

Catatan: Review ini berdasarkan pengalaman pribadi saya. Rasa dan kualitas bisa berbeda tergantung waktu pemesanan dan siapa yang meracik.

Info Kontak:
Lokasi: Jl. Moh. Kahfi 1, Gang Cermai, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Samping Gang Cermai, Sebrang Indomart), Lokasi dari Google Map
WhatsApp: 0838 7224 5265
Harga: Rp 17.000 - Rp 29.000
Tersedia di: GoFood, ShopeeFood, GrabFood

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup