Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

📊 Ringkasan Ekspedisi BJR untuk RasaJelajah:

  • Eksplorasi kuliner malam yang brutal (Street Food Expedition).
  • Tim BJR (Blogger Jurnal Rasa) & Keluarga.
  • Jodd Fairs Night Market, via MRT Phra Ram 9.
  • Waktu: Malam hari, pasca-istirahat perjalanan.
  • Motivasi: Lapar adalah penyemangat terbaik setelah urusan duniawi selesai.
  • Misi: Menembus kemacetan Bangkok lewat jalur bawah tanah demi seporsi mangga manis.

Pintu Gerbang: MRT Phra Ram 9

Ekspedisi ini dimulai di Stasiun MRT Phra Ram 9. Baru saja melangkah keluar, mata langsung disambut iklan yogurt. Mungkin itu kode dari alam semesta untuk "mengisi dasar" perut dulu sebelum dihantam badai kolesterol dan gula di dalam pasar nanti. Namun demi misi arkeologi perut, peringatan itu hanya menjadi angin lalu.

Gempuran Rasa di Bawah Tenda "Fuu Faa"

Begitu sampai di Jodd Fairs, suasananya pecah! Pedagang di bawah tenda bertuliskan "Fuu Faa" sibuknya bukan main. Ada satu pemandangan epik: seorang pedagang tampak sangat khusyuk di depan wajan bolong-bolong. Sepertinya sedang membuat Khanom Krok (panekuk kelapa mini). Wangi gurih santannya sukses membuat iman diet goyah seketika!

Foto staf Fuu Faa membalikkan makanan
Pekerja Fuu Faa terampil memindahkan makanan yang ditunggu calon pembeli

Catatan Kecil Menikmati Fuu Faa:
  • Fuu Faa merupakan jenis makanan ringan dan sudah menjadi icon khas jajanan jalanan (street food) di Thailand. Saat kunjungan malam saya di Jodd Fairs, pilihan menunya sangat beragam.
  • Bagi Anda yang memiliki alergi, pastikan memilih bahan yang sesuai. Fuu Faa menawarkan opsi bahan laut, babi, cumi, hingga pilihan unik seperti serangga goreng.
  • Untuk rasa, tersedia 3 pilihan: manis, asam, dan pedas. Jika ingin dicampur, Anda bisa menanyakannya langsung. Saya sendiri memilih menu best seller dengan bantuan Google Translate.
  • Harganya sangat terjangkau, tidak membuat kantong bolong meskipun Anda mencoba berbagai varian bahan yang berbeda.

Singkat cerita, waktu tunggu mulai dari memesan, membayar, hingga makanan siap di tangan berkisar antara 10-20 menit, tergantung panjang antrean. Jika ada rombongan yang memesan dalam jumlah besar, tentu akan lebih lama. Beruntung saat saya berkunjung, situasinya masih dalam batas normal.

Mengitari Jodd Fairs di Thailand benar-benar membuat mata "kalap" dengan aroma masakan dari berbagai penjuru. Di sini banyak pilihan kuliner yang tidak terduga. Salah satunya adalah sate kalajengking kecil yang dipanggang atau digoreng. Berani coba? Karena saya bukan penikmat makanan ekstrem, saya hanya melihatnya sebagai tambahan wawasan kuliner. Selain itu, ada juga daging buaya.

Wisata kuliner malam ini semakin seru saat saya menemukan stand yang memajang buaya ukuran kecil hingga medium sebagai daya tarik. Daging buaya ini disajikan dalam bentuk gorengan (fried crocodile meat) atau dijadikan isian kebab.

foto menu kungthep
foto iga babi bakar aroma manis dominan.

foto karyawan kungthep menyiapkan pesanan

Foto Mango Sticky Rice dan banana


Foto kuliner makanan gurita panggang


Foto makanan daging buaya

⚠️ Catatan Penting (Update Desember 2025)

Sebagai informasi tambahan bagi pembaca, kunjungan saya ke Jodd Fairs dilakukan pada Januari 2025. Perlu diketahui bahwa per tahun 2025, lokasi lama Jodd Fairs Rama 9 telah resmi ditutup permanen.

Seluruh kemeriahan kuliner dan belanja kini telah berpindah sepenuhnya ke lokasi baru yang lebih luas dan modern. Bagi Anda yang berencana berkunjung, silakan langsung menuju alamat berikut:

  • Lokasi Baru: Jodd Fairs Ratchada
  • Alamat: Jl. Ratchadaphisek (Dekat gedung perkantoran G Tower), Din Daeng, Bangkok.
  • Akses Transportasi: Paling mudah menggunakan MRT dan turun di Stasiun Thailand Cultural Centre (Pintu Keluar 3). Lokasi pasar tepat berada di belakang gedung Esplanade Ratchada.

*Pastikan Anda memperbarui rute di aplikasi peta digital Anda untuk menghindari salah tujuan!

Kategori: Kuliner, Review, Thailand, Wisata,

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup