Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

Siapa sangka, banyak kisah sukses kuliner Indonesia justru dimulai dari hal yang kelihatannya receh. Bukan dari restoran besar atau modal ratusan juta hingga milliaran, tapi dari usaha kuliner kecil: gerobak di pinggir jalan, dapur rumah yang panas, tenda sederhana yang kena debu jalanan. 
Kopi Kenangan dengan bangunan kontainer ekspedisi, contoh usaha kuliner sederhana yang tumbuh dari konsep receh menjadi brand besar.

Bangunan kontainer, menu simpel, tapi antrean jalan. Kopi Kenangan ini contoh nyata bahwa bisnis besar sering lahir dari keputusan receh yang dikerjakan serius.



Dari situlah saya belajar satu hal, bisnis kuliner receh sering kali justru punya daya tahan paling kuat, karena lahir dari kebutuhan nyata orang lapar.

Apa Itu The Power of Receh dalam Bisnis Kuliner?

The Power of Receh itu sederhana: ngerjain hal kecil yang kepakai orang, lalu diulang terus tanpa bosan. Dalam dunia UMKM kuliner, ini berarti bukan cari menu unik dulu, tapi menu yang laku. Bukan cari tempat mewah, tapi tempat yang gampang didatangi. Pola ini sering muncul di usaha makanan sederhana yang kelihatannya biasa, tapi justru bertahan lama.

1. Indomie: Usaha Makanan Murah yang Jadi Kebiasaan

Indomie adalah contoh paling jelas dari bisnis makanan murah yang menang karena konsisten. Dari warung kecil sampai hotel, Indomie selalu ada. Hal receh yang mereka jaga cuma satu: jangan sampai kosong. Buat pedagang kaki lima, pelajarannya sederhana, lebih baik jual menu sedikit tapi selalu siap, daripada banyak tapi sering habis.

2. Mie Gacoan: Nongkrong Murah yang Ramai Terus

Mie Gacoan paham betul pasar anak muda. Murah, pedas, tempat luas, meski antre. Ini contoh usaha kuliner kecil yang fokus ke kebutuhan sekitar. Mereka tidak jual ketenangan, mereka jual keramaian. Dan anehnya, justru itu yang dicari.

3. Kopi Kenangan: Jalan Tengah yang Masuk Akal

Di antara kopi sachet dan kopi mahal, Kopi Kenangan hadir sebagai pilihan harian. Ini bukti bahwa usaha dari nol bisa besar kalau paham kebiasaan orang. Bukan kopi paling enak, tapi kopi yang bisa dibeli terus tanpa mikir panjang.

4. Waroeng Steak: Menu Mahal Jadi Makanan Harian

Waroeng Steak & Shake bikin steak jadi makanan biasa. Dari yang dulu mahal dan jarang, sekarang jadi menu rutin. Ini contoh UMKM kuliner yang berani nurunin gengsi demi pasar yang lebih luas.

5. Es Teler 77: Jajanan Lama yang Dirapikan

Es teler bukan menu baru, tapi Es Teler 77 bikin orang nyaman makan di mall. Rasa dijaga, tempat bersih. Buat jualan makanan pinggir jalan, pelajarannya jelas: tidak perlu ganti menu, cukup perbaiki cara jualannya.

6. Baba Rafi: Gerobak Kecil, Cabang Banyak

Baba Rafi tumbuh dari gerobak. Murah, gampang ditiru, dan bisa dibanyakin. Ini contoh bisnis kuliner receh yang menang karena jumlah dan konsistensi, bukan kemewahan.

7. Sate Khas Senayan: Rasa yang Tidak Berubah

Sate Khas Senayan tidak kejar tren. Rasa dijaga puluhan tahun. Di dunia usaha kuliner kecil, konsistensi sering lebih penting daripada inovasi berlebihan.

8. Sour Sally: Produk Biasa Dibikin Menarik

Yogurt itu biasa. Sour Sally bikin tampil beda. Pelajaran penting buat UMKM kuliner: kemasan dan cerita kadang sama pentingnya dengan rasa.

9. Bittersweet by Najla: Jualan dari Rumah Bisa Tumbuh

Bittersweet by Najla membuktikan usaha dari nol lewat dapur rumah bisa jadi besar. Modal utama bukan toko, tapi kepercayaan pelanggan.

10. Ayam Bakar Mas Mono: Manusia di Balik Dagangan

Mas Mono membangun hubungan sejak masih di trotoar. Ini pelajaran penting untuk pedagang kaki lima: pembeli balik bukan cuma karena rasa, tapi karena merasa dikenal.

Kesimpulan: Inti Bisnis Kuliner Receh

Dari semua cerita ini, satu benang merahnya jelas. Bisnis kuliner receh bukan soal kecil atau besar, tapi soal tahan atau tidak. Banyak usaha makanan sederhana tumbuh bukan karena viral, tapi karena konsisten menjaga rasa kuliner makanan yang ditawarkan kepada pembeli. Kalau kamu hari ini masih jualan kecil, itu bukan kegagalan. Itu fase. Yang penting bukan seberapa besar lapakmu, tapi seberapa serius kamu ngerjain hal kecil setiap hari.

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup