![]() |
Bangunan kontainer, menu simpel, tapi antrean jalan. Kopi Kenangan ini contoh nyata bahwa bisnis besar sering lahir dari keputusan receh yang dikerjakan serius. |
Dari situlah saya belajar satu hal, bisnis kuliner receh sering kali justru punya daya tahan paling kuat, karena lahir dari kebutuhan nyata orang lapar.
📑 Daftar Isi
Apa Itu The Power of Receh
Indomie
Mie Gacoan
Kopi Kenangan
Waroeng Steak
Es Teler 77
Baba Rafi
Sate Khas Senayan
Sour Sally
Bittersweet by Najla
Ayam Bakar Mas Mono
Kesimpulan
Apa Itu The Power of Receh
Indomie
Mie Gacoan
Kopi Kenangan
Waroeng Steak
Es Teler 77
Baba Rafi
Sate Khas Senayan
Sour Sally
Bittersweet by Najla
Ayam Bakar Mas Mono
Kesimpulan
Apa Itu The Power of Receh dalam Bisnis Kuliner?
The Power of Receh itu sederhana: ngerjain hal kecil yang kepakai orang, lalu diulang terus tanpa bosan. Dalam dunia UMKM kuliner, ini berarti bukan cari menu unik dulu, tapi menu yang laku. Bukan cari tempat mewah, tapi tempat yang gampang didatangi. Pola ini sering muncul di usaha makanan sederhana yang kelihatannya biasa, tapi justru bertahan lama.1. Indomie: Usaha Makanan Murah yang Jadi Kebiasaan
Indomie adalah contoh paling jelas dari bisnis makanan murah yang menang karena konsisten. Dari warung kecil sampai hotel, Indomie selalu ada. Hal receh yang mereka jaga cuma satu: jangan sampai kosong. Buat pedagang kaki lima, pelajarannya sederhana, lebih baik jual menu sedikit tapi selalu siap, daripada banyak tapi sering habis.2. Mie Gacoan: Nongkrong Murah yang Ramai Terus
Mie Gacoan paham betul pasar anak muda. Murah, pedas, tempat luas, meski antre. Ini contoh usaha kuliner kecil yang fokus ke kebutuhan sekitar. Mereka tidak jual ketenangan, mereka jual keramaian. Dan anehnya, justru itu yang dicari.3. Kopi Kenangan: Jalan Tengah yang Masuk Akal
Di antara kopi sachet dan kopi mahal, Kopi Kenangan hadir sebagai pilihan harian. Ini bukti bahwa usaha dari nol bisa besar kalau paham kebiasaan orang. Bukan kopi paling enak, tapi kopi yang bisa dibeli terus tanpa mikir panjang.4. Waroeng Steak: Menu Mahal Jadi Makanan Harian
Waroeng Steak & Shake bikin steak jadi makanan biasa. Dari yang dulu mahal dan jarang, sekarang jadi menu rutin. Ini contoh UMKM kuliner yang berani nurunin gengsi demi pasar yang lebih luas.5. Es Teler 77: Jajanan Lama yang Dirapikan
Es teler bukan menu baru, tapi Es Teler 77 bikin orang nyaman makan di mall. Rasa dijaga, tempat bersih. Buat jualan makanan pinggir jalan, pelajarannya jelas: tidak perlu ganti menu, cukup perbaiki cara jualannya.6. Baba Rafi: Gerobak Kecil, Cabang Banyak
Baba Rafi tumbuh dari gerobak. Murah, gampang ditiru, dan bisa dibanyakin. Ini contoh bisnis kuliner receh yang menang karena jumlah dan konsistensi, bukan kemewahan.7. Sate Khas Senayan: Rasa yang Tidak Berubah
Sate Khas Senayan tidak kejar tren. Rasa dijaga puluhan tahun. Di dunia usaha kuliner kecil, konsistensi sering lebih penting daripada inovasi berlebihan.8. Sour Sally: Produk Biasa Dibikin Menarik
Yogurt itu biasa. Sour Sally bikin tampil beda. Pelajaran penting buat UMKM kuliner: kemasan dan cerita kadang sama pentingnya dengan rasa.9. Bittersweet by Najla: Jualan dari Rumah Bisa Tumbuh
Bittersweet by Najla membuktikan usaha dari nol lewat dapur rumah bisa jadi besar. Modal utama bukan toko, tapi kepercayaan pelanggan.10. Ayam Bakar Mas Mono: Manusia di Balik Dagangan
Mas Mono membangun hubungan sejak masih di trotoar. Ini pelajaran penting untuk pedagang kaki lima: pembeli balik bukan cuma karena rasa, tapi karena merasa dikenal.Kesimpulan: Inti Bisnis Kuliner Receh
Dari semua cerita ini, satu benang merahnya jelas. Bisnis kuliner receh bukan soal kecil atau besar, tapi soal tahan atau tidak. Banyak usaha makanan sederhana tumbuh bukan karena viral, tapi karena konsisten menjaga rasa kuliner makanan yang ditawarkan kepada pembeli. Kalau kamu hari ini masih jualan kecil, itu bukan kegagalan. Itu fase. Yang penting bukan seberapa besar lapakmu, tapi seberapa serius kamu ngerjain hal kecil setiap hari.
Kategori:
Analisis Kuliner,
Consumer Behavior,
Opini,
Psikologi Konsumen,
Psikologi Kuliner,
Strategi Bisnis,
Tips,

Komentar
Posting Komentar