Selamat datang kembali di Blogger Jurnal Rasa, tempat di mana niat diet hanyalah mitos belaka. Kali ini saya terdampar di Jagakarsa, bukan karena tersesat, tapi karena panggilan jiwa—termasuk perut—untuk cicip Martabak Pecenongan 78. Peringatan: membaca tulisan ini dapat menyebabkan rasa lapar mendadak dan keinginan untuk mengabaikan timbangan. Kalau kalian lagi cari martabak yang porsinya gila-gilaan dengan harga yang nggak bikin kantong jebol, sepertinya saya nemuin jawabannya di Jl. Durian No. 29C, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Yuk, simak pengalaman saya yang penuh drama kalori ini!
- 🥞 Apa Itu Martabak Pecenongan 78 dan Kenapa Saya Penasaran?
- 💰 Porsi Monster dengan Harga Teman: Kok Bisa?
- 🍫 Topping yang "Gak Tahu Diri" (In a Good Way!)
- 🚗 Lokasi dan Tips Parkir yang Perlu Kalian Tahu
- 📦 Takeaway Only: Jangan Harap Ada Kursi!
- 📱 Malas Keluar? Pesan Online Aja!
- 📊 Penilaian Saya untuk Martabak Pecenongan 78 (Skala 1-10)
- ✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?
🥞 Apa Itu Martabak Pecenongan 78 dan Kenapa Saya Penasaran?
Jadi ceritanya, saya lagi scrolling timeline sambil tiduran (kegiatan favorit saya setelah makan), tiba-tiba ada foto martabak dengan topping yang numpuk kayak gedung bertingkat. Saya langsung stalking akun yang posting, ternyata lokasinya di Jagakarsa. Langsung deh saya kepoin lebih dalam soal Martabak Pecenongan 78 ini. Dari namanya aja udah berasa nostalgia kan? Pecenongan tuh identik dengan martabak legendaris di Jakarta. Nah, cabang yang satu ini buka di Jagakarsa, tepatnya di Jl. Durian No. 29C. Kalau kalian orang Jakarta Selatan atau sekitarnya, ini bisa jadi alternatif martabak yang wajib dicoba.
Yang bikin saya makin penasaran adalah review-review di media sosial yang bilang porsinya jumbo tapi harganya masih masuk akal. Sebagai mantan mahasiswa yang trauma sama harga makanan Jakarta, saya langsung tertarik. Ditambah lagi, mereka buka sistem takeaway dan bisa pesan online—perfect banget buat saya yang kadang males keluar rumah tapi pengen makan enak. Oke, dengan motivasi penuh (baca: lapar), saya pun meluncur ke lokasi.
💰 Porsi Monster dengan Harga Teman: Kok Bisa?
Jujur aja, awalnya agak curiga kemungkinan abangnya lagi berantem sama stok bahan atau gimana. Harganya terjangkau, tapi porsinya? Jumbo! Sekali buka kotak, itu martabak kayak mau melompat keluar saking penuhnya. Cocok buat kalian yang prinsipnya "bayar dikit, kenyang sampai besok siang." Saya pesan yang rasa cokelat keju (setengah isi keju, setengahnya lagi coklat).
Begitu dibuka...taaadaaa, saya langsung terpukau. Ini martabak apa kasur lipat sih? Tebelnya bikin saya mikir, "Ini cukup buat sekeluarga kali ya?"
| Detik-detik sebelum niat diet menguap bersama aroma mentega. |
Untuk ukuran martabak manis dengan porsi segede itu, harganya nggak sampai bikin saya nangis kayak diputusin mantan. Kalo saya bandingin martabak-martabak hits lain di Jakarta, ini definitely salah satu yang paling worth it dari segi perbandingan porsi dan harga. Kalau kalian lagi pengen martabak tapi budget pas-pasan, ini jawabannya. Atau kalau kalian lagi pengen ngasih surprise ke temen atau keluarga dengan porsi yang menggila, bawa ini dijamin langsung jadi pahlawan.
Ngomong-ngomong soal porsinya yang gila, saya jadi ingat satu trik kuno. Dulu waktu zaman masih berjuang cari restu, bawa martabak ke rumah calon mertua itu wajib hukumnya. Dan kalau saya bawa Martabak Pecenongan 78 ini dari dulu, mungkin PDKT-nya bakal lebih singkat. Kenapa? Karena begitu kotak dibuka di meja ruang tamu, aromanya yang mengepul panas itu langsung bikin suasana jadi akrab tanpa perlu banyak basa-basi.
Tapi hati-hati, saking 'monsternya', biasanya keluarga calon mertua pun bakal angkat tangan. Perut yang biasanya sanggup nampung 4 potong, kali ini bakal menyerah di pertengahan. Akhirnya, martabak ini malah jadi saksi bisu kebersamaan sampai besok pagi—karena sisanya masih tetap enak buat dipanasin pas sarapan. Benar-benar martabak yang multifungsi: bisa buat pelicin restu, bisa buat stok makan dua hari!
Penyakit utama di sini adalah topping-nya yang tumpah-ruah! Mereka nggak cuma kasih topping, tapi kayak lagi numpahin satu gudang cokelat atau keju ke atas adonan. hahaha...lebay ya.
Begitu dipotong, topping-nya meler ke mana-mana. Estetik sih buat difoto, tapi PR banget buat yang lagi diet. Self-reminder: Kalori nggak akan masuk ke tubuh kalau kita makannya sambil merem.
Seriously, kalian yang suka martabak dengan topping melimpah, ini surganya. Saya pesan varian cokelat keju, dan begitu dipotong, kejunya meleleh kayak air terjun. Coklatnya juga nggak pelit, nempel di semua sudut martabak. Bahkan sampe ke bagian pinggiran yang biasanya cuma dapat sisa-sisa topping, di sini tetep penuh. Saya nggak tau gimana caranya mereka bisa bagi rata topping segitu banyaknya, tapi mereka berhasil. Applause!
| Lihat deh serutannya, ini abangnya lagi jualan martabak atau lagi pamer stok keju satu gudang sih? Tebalnya sudah bisa buat ganjal pintu! |
Yang bikin saya salut lagi, meskipun toppingnya banyak banget, adonan martabaknya nggak kalah enak. Teksturnya lembut, nggak terlalu padat, dan ada hint mentega yang pas. Jadi bukan cuma andalin topping doang, tapi base-nya juga solid. Kombinasi antara adonan yang fluffy dengan topping yang berlimpah ini bikin saya ngerti kenapa banyak yang repeat order di sini. Dan ya, saya juga langsung masuk list pelanggan setia.
🚗 Lokasi dan Tips Parkir yang Perlu Kalian Tahu
Oke, sekarang kita bahas soal lokasi dan parkir—because this is important, guys! Martabak Pecenongan 78 ada di Jl. Durian No. 29C, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kalau kalian dari arah Pasar Minggu atau Lenteng Agung, aksesnya gampang kok. Cuma ya gitu, parkirnya... let's just say it's an adventure.
Jangan harap ada ballroom buat parkir di sini. Areanya nggak besar. Kalau kalian bawa mobil, siap-siaplah mengasah skill parkir tingkat dewa dengan mepet-mepet tembok antara trotoar. Anggap saja ini ujian sebelum kalian menikmati hadiah manisnya. Saya sendiri dateng naik motor, jadi masih aman. Pro tip: dateng di jam yang nggak terlalu rame, atau langsung aja pesan online biar nggak ribet urusan parkir.
Lokasinya sendiri ada di jalan raya yang tidak gede gede amat, suasananya cukup tenang. Kalau kalian pake Google Maps dengan nomor kontak 0877 8702 1498, pasti langsung ketemu. Cuma pastiin kalian siap sama tantangan parkir ya, atau bawa kendaraan yang lebih compact. Trust me, it's worth the struggle!
📦 Takeaway Only: Jangan Harap Ada Kursi!
Ingat, di sini nggak ada tempat buat makan di tempat. Jadi, jangan bawa rombongan sirkus ke sini buat duduk manis. Beli, bungkus, bawa pulang. Kalau kalian paksain makan di situ sambil berdiri, yang ada malah dikira lagi demo minta martabak gratis sama warga sekitar. Ini pure takeaway spot, guys. Jadi konsepnya simple: kalian dateng, pesan, tunggu sebentar, terus bawa pulang martabaknya.
Honestly, saya sih nggak masalah sama sistem takeaway ini. Malah lebih efisien. Kalian nggak perlu duduk lama-lama, nggak perlu nunggu pelayan, dan bisa langsung cabut begitu pesanan siap. Plus, makan martabak tuh paling enak di rumah sambil rebahan nonton Netflix kan? Jadi sistem ini justru bikin saya bisa nikmatin martabak dengan maksimal di zona nyaman saya sendiri.
📱 Malas Keluar? Pesan Online Aja!
Nah, ini bagian favorit saya. Buat kalian yang kaum rebahan garis keras atau mager parah kena macet Jagakarsa, mending buka aplikasi pesanan online saja. Martabak Pecenongan 78 menerima pesanan lewat online delivery, jadi kalian tinggal klik-klik di aplikasi, tunggu di rumah, terus martabaknya dateng deh. Di lokasi, pasukan "kerajaan hijau" (kang ojek online) sudah standby dengan setia nungguin pesanan kalian. Biarkan mereka yang berjuang di tengah asap knalpot, kalian cukup duduk manis di rumah nunggu martabak sampai dengan selamat.
Saya sendiri pernah coba pesan lewat aplikasi pas lagi hujan deres dan males keluar rumah. Surprisingly, martabaknya sampe dalam kondisi masih anget dan toppingnya nggak berantakan. Packaging-nya juga oke, jadi nggak bocor kemana-mana. Kalau kalian tipe orang yang lebih suka praktis dan nggak mau ribet urusan parkir atau antre, cara ini highly recommended!
📊 Penilaian Saya untuk Martabak Pecenongan 78 (Skala 1-10)
Rasa: 9/10
Topping melimpah, adonan lembut, kombinasi cokelat keju-nya juara! Cuma kurang satu poin karena kadang coklatnya agak terlalu manis buat saya yang nggak terlalu suka manis berlebihan. Tapi overall, rasanya solid banget.
Porsi: 10/10
Ini literally porsi jumbo. Satu loyang bisa buat 4-8 orang kalau kalian nggak rakus kayak saya. Worth it banget!
Harga: 9/10
Dengan porsi dan kualitas segitu, harganya sangat reasonable. Cuma mungkin buat sebagian orang masih agak mahal kalau buat jajan harian, tapi untuk treat yourself sesekali, ini oke banget.
Pelayanan: 8/10
Pelayanannya cepat dan ramah. Cuma karena ini takeaway only, ya jangan expect pelayanan restoran berbintang. Tapi untuk ukuran warung martabak, ini udah bagus kok.
Lokasi & Aksesibilitas: 7/10
Lokasinya gampang dicari, tapi parkirnya yang agak challenging. Untungnya bisa pesan online, jadi tetep accessible buat yang males keluar rumah.
Packaging: 8/10
Packaging-nya cukup aman buat dibawa pulang atau dikirim via ojol. Nggak bocor dan martabaknya tetep dalam kondisi bagus.
Overall Rating: 8.5/10
Ini salah satu martabak terbaik yang pernah saya coba di area Jakarta Selatan. Dengan porsi jumbo, topping berlimpah, dan harga yang masih terjangkau, Martabak Pecenongan 78 definitely masuk list martabak favorit saya!
✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?
Martabak ini adalah pilihan tepat kalau kalian mau "curang" dari diet dengan cara yang paling terhormat. Enak, banyak, dan nggak bikin dompet nangis—cuma bikin kancing celana agak sesak saja! Kalau kalian lagi di area Jagakarsa atau Jakarta Selatan, atau bahkan kalau kalian dari area lain tapi nggak masalah pesan online, saya highly recommend buat nyobain Martabak Pecenongan 78.
Saya pribadi bakal balik lagi ke sini, mungkin next time nyoba varian rasa lain kayak green tea atau Oreo. Dan kalian yang lagi baca ini sambil ngebayangin martabak meleleh penuh topping, langsung aja hubungi 0877 8702 1498 atau pesan via aplikasi online. Jangan lupa siapin tisu ekstra ya, karena makan martabak ini dijamin berantakan—but in the best way possible!
Oke, segitu dulu review saya kali ini. Sampai jumpa di review berikutnya, dan semoga artikel ini nggak bikin kalian makin lapar. Kalau iya, ya udah langsung pesan aja, jangan ditahan! Selamat menikmati, dan ingat: kalori di weekend nggak kehitung kok. *self-consolation mode: ON*
Komentar
Posting Komentar