Kunjungan ke Thailand selama 7 hari menorehkan kenangan dan momen yang tidak terlupakan untukku. Ada banyak kuliner, minuman, dan lokasi wisata yang sebenarnya tidak semua bisa dikunjungi dari daftar yang sudah dibuat sebelum datang ke Thailand.
Saya melihat foto-foto yang berbaris kayak semut di galeri HP. Ada juga foto-foto yang sebenarnya layak diangkat menjadi satu cerita yang ingin aku bagikan untuk para traveler. Masalahnya, ada foto yang terkait privasi keluarga, jadi diputuskan: hanya foto yang layak dilihat publik yang akan aku bagikan di sini.
Setiap hari di 'Negeri Gajah Putih' punya rasa yang beda—mulai dari pedasnya Tom Yum yang bikin telinga berdenging, sampai pegalnya kaki demi mencari kuil tersembunyi yang aksesnya nanjak banget. Tapi ada satu hal yang bikin saya kagum: manajemen pariwisatanya. Tidak ada pengemis, tidak ada pengamen di lampu merah, jalanan bersih dari aroma sampah, bahkan kejadian kriminal seperti copet pun tidak saya alami selama 7 hari berjalan kaki. Salut untuk pemerintah dan masyarakat Thailand!
Guay Jub Mr. Joe: "Kitab Suci" Pecinta Crispy Pork
Jangan tertipu dengan tampilan menunya yang sederhana dan penuh tulisan Thailand. Kedai ini adalah destinasi wajib bagi pemuja Crispy Pork. Begitu sampai, aroma kaldu lada putihnya langsung menusuk hidung, seolah berbisik: "Ayo makan, urusan kalori pikir nanti!"
Daftar Menu & Harga Terbaru
Biar kamu tidak bingung saat memesan di depan papan menu kuning yang ikonik itu, berikut adalah panduannya:
- Guay Jub (Sup Makaroni Gulung): 80 Baht.
- Moo Krob (Crispy Pork / Babi Panggang): 80 Baht per porsi (Tersedia juga porsi besar seharga 800 Baht per kilo!).
- Dim Sum (Shumai/Salapao): 30 Baht per porsi.
- Minuman: Mulai dari 10 Baht (Air mineral) sampai 80 Baht (Jus Jeruk). Es batu hanya 2 Baht!
Si Raja Kriuk: Eksekusi Moo Krob yang Mengguncang Lidah
Wah, ini dia "bintang tamu" utamanya! Tekstur kulit babi panggangnya (Moo Krob) benar-benar garing sampai ke pori-porinya. Begitu piring ini mendarat di meja, saya sempat terpana melihat lapisan lemak dan dagingnya yang sangat seimbang, ditutup dengan kulit cokelat keemasan yang sangat menggoda.
Saus adalah kunci: Saus pendampingnya kental, manis, dan gurih. Sangat pas untuk menyeimbangkan rasa daging yang juicy. Di level Michelin Kuliner, konsistensi seperti inilah yang membuat mereka bertahan menjadi legenda.
Info Praktis & Strategi Makan
- Transportasi: Sangat disarankan menggunakan Grab atau Bolt. Naik bus di Thailand butuh level kesabaran dewa. Dengan Grab, kamu sampai depan ruko dengan badan tetap adem dan lebih cepat sebelum antrean mengular.
- Jam Operasional: Buka pukul 07.30 - 16.30. Namun, berlaku "hukum rimba" kuliner Thailand: Datanglah sebelum jam 10 pagi. Kalau telat, siap-siap menu favorit ludes atau antreannya bikin betis "konde".
- Suasana: Tipikal ruko Thailand klasik tanpa AC. Pakai baju menyerap keringat karena sensasi makan sup panas di cuaca tropis adalah seninya!
- Alamat: 313/7 Chan Rd, Wat Phraya Krai, Bang Kho Laem, Bangkok 10120 (Dekat daerah Charoen Krung).
Tips "Perang" di Meja Makan:
Makan di sini butuh fokus tinggi. Jangan sibuk melihat meja sebelah! Karena kalau Moo Krob meja tetangga datang duluan dan bunyi "KRIUK"-nya terdengar sampai telingamu, konsentrasi makanmu bisa buyar karena iri!
Pastikan kamu sudah tahu mau pesan apa sebelum duduk. Jika sedang ramai, segera lapor ke pelayan di depan untuk mendapatkan posisi atau nomor antrean.
Makan Moo Krob ini ada seninya. Pas digigit, suaranya harus "KRAKK". Kalau tetangga sebelah sampai menoleh karena mendengar kegaringan kulit babi kamu, berarti kamu sudah menikmatinya dengan penuh penghayatan. Hati-hati, saking enaknya, bisa-bisa kamu lupa sedang liburan dan malah ingin pindah warga negara jadi penduduk lokal sini!
Guay Jub: Kuah Lada Putih yang Bikin Mata Melek!
Ini dia pelengkap "Trinitas Suci" di meja makan kamu! Guay Jub atau sup makaroni gulung adalah menu yang menjadi nama besar kedai ini. Kalau babi panggangnya adalah "artisnya", maka kuah sup ini adalah "panggungnya".
Kisah di Balik Mangkuk Sup
Setelah puas mengemil babi panggang yang garing, saatnya beralih ke mangkuk sup yang masih mengepul ini. Begitu sendok pertama mendarat di lidah, rasa lada putihnya (pepper) sangat kuat, panas, dan gurih! Inilah ciri khas Michelin Kuliner yang tidak pelit bumbu.
Di dalamnya terdapat makaroni gulung yang teksturnya kenyal-lembut, ditambah potongan crispy pork lagi. Bedanya, kali ini teksturnya agak sedikit lembek karena terendam kuah, tapi justru itulah sensasi uniknya.
Detail Menu & Harga
- Nama Menu: Guay Jub (Sup Makaroni Gulung khas Teochew).
- Harga per Porsi: 80 Baht (sekitar Rp35.000 - Rp38.000).
- Isian: Makaroni gulung, potongan babi panggang, serta taburan daun bawang dan bawang putih goreng yang melimpah.
Tips Menikmati Guay Jub ala Lokal
Makan Guay Jub ini beneran ujian buat yang sedang flu. Sekali hirup kuahnya, hidung mampet langsung plong! Tapi hati-hati, jangan sambil mengobrol seru saat menghirup kuahnya. Kalau tersedak lada putihnya, rasanya seperti sedang simulasi naga napas api!
Jika kamu perhatikan di foto, kuahnya terlihat agak keruh. Itu tanda kaldunya beneran "berisi" dan bukan sekadar air diberi garam. Jangan lupa tambahkan sedikit bubuk cabai yang tersedia di meja kalau kamu merasa rasanya kurang menantang.
Camilan & Minuman Segar
Ini kepingan terakhir untuk melengkapi petualangan sarapan kamu di Guay Jub Mr. Joe. Selain menu utama, kedai ini juga menyediakan camilan pendamping seperti Dim Sum (30 Baht) dan minuman segar untuk meredakan pedasnya lada putih di tenggorokan.
Saran: Pesanlah Jus Jeruk (80 Baht) atau Air Mineral dingin (10 Baht) untuk menetralkan lidah setelah pesta lada dan lemak babi yang nikmat tadi.
Itulah rangkuman hari pertama saya berburu kuliner legendaris di Bangkok. Tetap pantau terus artikel ini untuk rekomendasi lokasi wisata dan kuliner Thailand selanjutnya yang bikin dompet diet tapi hati senang!
Dim Sum Lucu & Jus Jeruk "Legend"
Setelah "berperang" dengan kuah lada putih yang panas dan babi panggang yang kriuk, meja makan rasanya belum lengkap tanpa kehadiran si kuning mungil ini. Dim sum di sini adalah tipikal sarapan ruko yang simpel tapi membuat rindu. Dan puncaknya? Tentu saja jus jeruk botolan yang ikonik itu!
Detail Menu & Harga
- Kanom Jeeb (Dim Sum/Siomay): 30 Baht per porsi (isi 3-4 biji). Murah meriah untuk ganjal perut sambil menunggu hidangan utama datang.
- Nam Som (Jus Jeruk): 80 Baht per botol. Ini adalah minuman termahal di menu, harganya sama dengan seporsi babi panggang! Tapi percaya deh, ada bulir-bulir buah asli yang melimpah di dalamnya.
- Es Batu (Gelas Stainless): 2 Baht per gelas. Di Thailand, gelas stainless ini ikonik banget untuk menjaga suhu tetap dingin.
Jus jeruk seharga 80 Baht ini adalah "investasi" terbaik saat lidah kamu mulai terasa kebas karena lada putih. Rasanya seperti mendapat siraman air surga di tengah teriknya matahari Bangkok. Hati-hati, saking enaknya bulir jeruk tersebut, kamu mungkin bakal memesan botol kedua dan baru sadar kalau harga minumannya jadi lebih mahal dari makanannya!
Catatan Penutup: Sampai Jumpa Lagi, Bangkok!
Akhirnya, petualangan edisi Januari 2025 ini resmi ditutup dengan perut kenyang dan memori HP yang penuh. Pengalaman mencicipi standar Michelin Kuliner di pinggir jalan Bangkok benar-benar memberikan local vibes yang kuat.
Sekarang waktunya menabung lagi untuk bayar tagihan Grab, karena tanggal 28 Februari 2026 nanti, saya berencana balik lagi ke sini buat mencari sarapan yang lebih 'bar-bar'. Jangan kangen ya, pantau terus blog ini!
Pertanyaan Buat Kalian: Dari tulisan tentang pengalaman BJR edisi Thailand 2025 ini, mana yang paling bikin kalian ingin langsung packing koper? Kasih tahu saya di kolom komentar ya!
Komentar
Posting Komentar