 |
| Banyak ide brilian di dunia kuliner yang gagal bukan karena rasa, tapi karena muncul di waktu yang tidak tepat.
Sumber foto : Polina Tankilevitch |
Pernah nggak sih kamu ngerasa kayak punya ide cemerlang, terus
excited banget mau
execute, eh ternyata orang-orang di sekitar malah ngelihat kamu dengan tatapan aneh? Nah, di dunia kuliner, kejadian kayak gini ternyata lumrah banget, bahkan dialami sama raksasa industri sekelas raksasa minuman soda atau resto cepat saji nomor satu dunia! Mereka udah invest miliaran, hire tim kreatif terbaik, tapi produknya tetep aja
flop. Kenapa? Bukan karena produknya jelek, tapi karena mereka datang...
terlalu cepat.
Sebagai food blogger yang udah bertahun-tahun ngulik tren kuliner, saya sering banget nemuin pola ini: inovasi makanan brilian yang gagal bukan karena konsepnya salah, tapi karena timing-nya meleset. Bayangin aja, kamu bikin masterpiece tapi audiensnya belum siap menghargai. Sedih, kan? Makanya di artikel ini, saya mau bahas 6 produk gagal legendaris yang sebenarnya jenius, tapi nasibnya malah jadi bahan tertawaan karena muncul di era yang salah.
Intinya sederhana: Hebat saja tidak cukup jika dunia belum siap. Artikel ini bukan sekadar list produk gagal, tapi sebuah bukti bahwa dalam bisnis rasa, timing adalah bumbu rahasia yang paling menentukan antara menjadi legenda atau sekadar bahan tertawaan. Siapa tahu, ini bisa jadi pelajaran buat kita semua tentang pentingnya "membaca ruang dan waktu" dalam berkreasi.