Awal tahun 2026, jam udah lewat 9 malam, perut keroncongan tapi pikiran penuh drama: "Makan apa yang nggak bikin gendut?" Pertanyaan sejuta umat yang bikin saya dan penghuni rumah lainnya akhirnya sepakat—SOMAY! Makanan kukus yang (katanya) lebih sehat dari gorengan, tapi tetap bisa bikin kenyang. Jadilah malam itu saya memulai petualangan berburu Siomay Enaaak by Riva di area sekitar rumah.
| Siomay 5000/pcs. Aroma dan rasa ikannya tetap nendang lidah |
- 🔍 Petualangan Mencari Somay di Malam Hari
- 🥟 Visual & Plating yang Simpel tapi Menggugah
- 👃 Aroma dan Rasa yang Bikin Ketagihan
- 🤤 Tekstur Padat Kenyal yang Nggak Biasa
- 🌱 Relevansi dengan Tren Kuliner 2026
- ⭐ Kelebihan yang Bikin Saya Balik Lagi
- ⚠️ Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu
- 💰 Analisis Harga vs Kualitas
- 📊 Penilaian Detail (Skala 1-10)
- ✅ Kesimpulan: Worth It atau Cuma Hype?
Tanpa Google Maps, hanya berbekal insting dan naluri detektif yang kadang kebablasan— saya selalu tengok kiri-kanan setiap liat Indomaret, karena inget gerobaknya deket minimarket.
Setelah berputar-putar kayak lagi main treasure hunt, akhirnya ketemu juga! Yang bikin bangga, tempat ini belum masuk Google Maps waktu itu. Pulang-pulang dari makan, saya langsung ajukan lokasinya dan—langsung disetujui. Jadi saya tamu digital pertama sekaligus yang "gunting pita" secara virtual. Kesan pertama? Aroma ikan tenggirinya kuat banget, bikin penasaran dari jarak 5 meter.
🔍 Petualangan Mencari Somay di Malam Hari
Malam itu honestly kocak. Bayangkan aja, saya yang biasanya ngandelin Google Maps buat cari makan, tiba-tiba harus jadi Sherlock Holmes versi food hunter. Setiap liat Indomaret, auto melambat dan pandangan mata langsung fokus nyari gerobak somay. Untung nemu, karena kalau enggak, mungkin saya bakal nyerah dan balik ke indomie rebus lagi (cerita klasik tengah malam).
🥟 Visual & Plating yang Simpel tapi Menggugah
Jujur, jangan expect plating fancy kayak di restoran mewah. Ini gerobak pinggir jalan dengan piring plastik putih polos. Tapi justru di situlah kekuatannya—simpel, honest, dan fokus ke makanannya. Somay ori dan tahu putih (yang saya pesan) disajiin di piring dengan susunan rapi.
Warna kuning kecoklatan dari somay kontras sama putihnya tahu. Di atasnya, bumbu kacang kental berwarna coklat pekat dengan taburan bawang goreng crispy. Kecap manis Cap Udang disiram di pinggir, bikin visual makin menggiurkan.
Yang bikin menarik dari jualan Siomay Enak disini, kamu bisa liat langsung prosesnya. Gerobaknya bersih, ada kukusan yang ngepul, dan penjualnya sigap nyiapin pesanan. Kesegaran bahan keliatan dari warna—tahu putihnya masih mulus dan nggak layu. Untuk ukuran street food, presentasinya rapi banget.
Oh ya, mereka punya menu lengkap dengan varian lain seperti somay telur, tahu goreng (tagor), kentang, sampai kol, tapi saya cuma nyobain somay ori dan tahu putih aja di kunjungan pertama.
| Begitu tutup panci di buka, uapnya auto bikin lapar berat. Wangi dan gurih |
👃 Aroma dan Rasa yang Bikin Ketagihan
Aroma: Ini yang bikin saya langsung jatuh cinta dari pertama kali nyium. Begitu tutup kukusan dibuka, uap panas langsung keluar membawa aroma ikan tenggiri segar yang super kuat—bukan yang amis, tapi yang harum gurih natural.
Yang penting banget, nggak ada kesan aroma busuk sama sekali, pertanda bahan benar-benar fresh. Ditambah bau khas bumbu kacang yang medok dan wangi bawang goreng, bikin air liur langsung ngalir.
Rasa: Saat gigitan pertama, yang langsung kerasa adalah rasa ikan tenggiri yang dominan. Bukan cuma tekstur kenyal doang, tapi rasa ikannya beneran berasa—bukti kalau mereka pakai 100% ikan asli tanpa pengawet.
Bumbu kacangnya kental, halus, dengan perpaduan manis-asin yang pas banget. Nggak terlalu manis kayak somay Bandung pada umumnya, tapi juga nggak hambar. Ada sedikit kick dari sambal dan kecap Cap Udang yang punya karakter unik—lebih gurih dibanding kecap biasa.
Yang bikin adiktif adalah balance rasanya. Somaynya gurih, bumbu kacang manis-asin, kecap nambah depth, dan sambal ngasih sedikit pedas yang bikin seger. Setiap elemen saling melengkapi tanpa ada yang overpowering.
Porsi 6 potong habis dalam sekejap, dan saya langsung ngerti kenapa ini bisa jadi langganan beberapa selebritas.
🤤 Tekstur Padat Kenyal yang Nggak Biasa
Ini yang bikin Siomay Enaaak by Riva beda dari somay-somay lain. Teksturnya "gembul"—padat, berisi, tapi tetap kenyal saat digigit. Nggak lembek, nggak keras, tapi pas banget di tengah-tengah. Saat kamu gigit, ada resistance yang bikin sensasi ngunyahnya satisfying. Berasa kayak lagi makan ikan langsung, bukan produk olahan yang kebanyakan tepung.
Tahu putihnya lembut dan udah menyerap bumbu dengan sempurna. Bumbu kacangnya kental tapi smooth, nggak ada gumpalan.
Kombinasi tekstur kenyal dari somay dan lembutnya tahu plus kekentalan bumbu kacang bikin pengalaman makan yang nggak monoton. Saya belum nyoba varian lain seperti tagor, telur, atau kentang, tapi kalau tekstur somay ori-nya aja udah segini bagus, yakin yang lain juga worth it.
🌱 Relevansi dengan Tren Kuliner 2026
Tahun 2026, tren kuliner fokus ke tiga hal: health-conscious, transparency, dan local pride. Siomay Enaaak by Riva surprisingly nge-hit ketiga poin ini.
Health-conscious: Meski bukan plant-based, somay adalah pilihan lebih sehat dibanding gorengan. Dikukus, bukan digoreng, jadi minim minyak. Pakai ikan tenggiri asli tanpa pengawet—ini big deal di era consumer yang makin aware sama clean label. Buat yang lagi "diet tapi pengen tetep makan enak," ini solusinya (meski bumbu kacangnya tetep harus kontrol ya, jangan kebanyakan).
Transparency: Mereka proudly claim pakai 100% ikan tenggiri tanpa pengawet, dan from pengalaman makan, saya percaya. Rasa dan aroma ikannya terlalu jelas untuk bohong. Plus, karena gerobak terbuka, kamu bisa liat langsung proses masaknya—transparency yang disukai consumer 2026.
Local pride: Somay adalah street food ikonik Indonesia, dan Siomay Enaaak by Riva nge-elevate tanpa hilang essence-nya. Mereka pakai kecap lokal (Cap Udang dari Purwodadi), support UMKM, dan tetap accessible dengan konsep gerobak. Ini yang dicari consumer 2026—autentik, lokal, tapi tetep berkualitas.
Yang kurang relevan sama tren 2026 adalah opsi plant-based atau varian sehat lain (misalnya pakai whole wheat atau cauliflower). But hey, nggak semua harus ikutin semua tren kan?
⭐ Kelebihan yang Bikin Saya Balik Lagi
1. Harga Sangat Terjangkau: Cuma Rp5.000 per potong dengan minimal pembelian 4 pcs (Rp20.000). Ini CRAZY affordable untuk kualitas yang kamu dapet—100% ikan tenggiri asli tanpa pengawet. Bandingkan dengan somay lain yang pakai bahan seadanya tapi harganya sama atau bahkan lebih mahal. This is a steal!
2. Kualitas Ikan Terasa Banget: 100% ikan tenggiri asli tanpa pengawet. Begitu tutup kukusan dibuka, uap panas keluar dengan aroma gurih ikan segar—tanpa kesan busuk sama sekali. Aroma dan rasa ikannya dominan, bukan cuma tekstur doang.
3. Tekstur Padat Kenyal: "Gembul," padat, tapi tetep kenyal. Berasa makan ikan beneran, bukan produk olahan yang kebanyakan tepung.
4. Bumbu Kacang yang Khas: Kental (medok), halus, dengan balance manis-asin yang pas. Nggak bikin enek.
5. Kecap Spesial: Pakai kecap Cap Udang dari Purwodadi yang punya karakter lebih gurih. Ini detail kecil yang bikin beda.
6. Varian Lengkap: Somay ori, telur, tahu putih, tahu goreng, kentang, kol—semua tersedia. Saya baru nyoba somay ori dan tahu, tapi pilihan lainnya juga banyak.
7. Reputasi Tinggi: Rating tinggi di GoFood, jadi langganan selebritas. Social proof yang meyakinkan.
8. Parkir Luas: Buat yang bawa mobil atau motor, ini penting banget. Parkirnya luas, nggak bikin ribet.
⚠️ Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu
1. Minimal Pembelian 4 Pcs: Meski harga per piece cuma Rp5.000, kamu harus beli minimal 4 pcs (Rp20.000). Jadi kalau lagi pengen coba satu-dua potong aja, nggak bisa. Tapi honestly dengan harga segitu, 4 pcs juga masih sangat worth it.
| Beli 4 pcs dengan harga Rp.5000 di Siomay Enak by Riva |
2. Potensi Inkonsistensi Rasa: Karena punya banyak cabang (Cinere, Simatupang, BSD, Pamulang), ada kemungkinan rasa beda-beda antar cabang. Saya baru coba satu lokasi, so can't confirm ini yet. Tapi dari review lain, beberapa bilang ada cabang yang kurang konsisten.
3. Kandungan Nutrisi: Meski lebih sehat dari gorengan, tetep aja ada tepung dan bumbu kacang yang tinggi gula plus kalori. Buat penderita diabetes atau lagi diet ketat, harus hati-hati dengan porsi dan bumbu.
4. Belum Coba Semua Varian: Saya cuma nyoba somay ori dan tahu putih, jadi belum bisa kasih review untuk varian lain seperti somay telur, tagor, kentang, atau kol. Tapi dengan base quality yang udah bagus, harusnya varian lain juga oke.
💰 Analisis Harga vs Kualitas
Ini dia bagian yang paling bikin saya excited: Rp5.000 per potong dengan minimal pembelian 4 pcs (total Rp20.000). Wait, let that sink in—kamu dapet somay yang pakai 100% ikan tenggiri asli tanpa pengawet, bumbu kacang medok, kecap spesial, dengan harga cuma Rp5.000 per piece?! Ini literally a STEAL.
Bandingkan dengan somay gerobak lain yang harganya mungkin Rp3.000-4.000 tapi kualitas bahan seadanya, rasa standar, dan tekstur yang kadang mengecewakan. Atau somay franchise yang charge Rp7.000-10.000 per potong tapi kualitasnya nggak jauh beda. Siomay Enaaak by Riva ngasih value for money yang insane—kualitas premium dengan harga sangat terjangkau.
Dengan Rp20.000, kamu bisa dapet 4 pcs yang udah cukup buat cemilan sore atau dinner ringan. Kalau dibanding beli gorengan atau snack lain dengan budget sama, ini jauh lebih satisfying dan mengenyangkan. Plus, kamu tahu persis bahan yang kamu makan itu fresh dan berkualitas. No hidden cost, no surprises—just honest, good food dengan harga yang masuk akal banget.
Jujur, dengan harga segini, saya nggak expect kualitas setinggi ini. Ini bukan cuma worth it, ini MORE than worth it. Saya bahkan ngerasa agak "bersalah" dapat somay seenak ini dengan harga semurah ini. Tapi hey, yang penting seller-nya happy dan saya happy kan? Win-win situation!
📊 Penilaian Detail (Skala 1-10)
Visual & Plating: 7/10
Simpel tapi rapi. Nggak fancy, tapi presentasi bersih dan menarik. Warna kontras antara somay, tahu, kol, dan bumbu bikin appealing. Minus point karena tetep piring plastik dan nggak ada garnish atau detail aesthetic lain.
Aroma: 9/10
Aroma ikan tenggiri segar super strong dan inviting. Bumbu kacang dan bawang goreng nambah kompleksitas. Ini yang bikin saya ketagihan dari awal. Minus satu point karena kadang aroma terlalu kuat buat beberapa orang yang sensitif.
Rasa: 9/10
Balance manis-asin-gurih-pedas yang excellent. Rasa ikan dominan tapi nggak overpowering. Bumbu kacang medok, kecap spesial ngasih depth. Semua elemen harmonious. Cuma kurang satu point karena kadang pengen ada option bumbu yang lebih light.
Tekstur: 9/10
Padat, kenyal, "gembul"—exactly what you want dari somay premium. Ada variasi tekstur dari different component. Minus satu point karena kadang somay bisa slightly too dense buat beberapa orang.
Porsi: 8/10
Minimal pembelian 4 pcs (Rp20.000) udah cukup mengenyangkan untuk cemilan atau dinner ringan. Nggak terlalu banyak, nggak terlalu sedikit. Tapi kalau kamu lagi super lapar, mungkin butuh tambahan 2-4 pcs lagi.
Harga: 10/10
PERFECT score untuk harga. Rp5.000 per piece dengan kualitas ikan tenggiri asli, bumbu kacang medok, dan kesegaran terjamin? Ini literally the best value for money yang pernah saya temuin di kategori somay. Nggak ada somay lain yang kasih kualitas segini dengan harga semurah ini.
Kebersihan & Pelayanan: 8/10
Gerobak bersih, proses transparan, penjual ramah dan cekatan. Parkir luas. Minus point karena tetep outdoor dan vulnerable to cuaca atau debu.
Overall: 9/10
Somay premium dengan harga super terjangkau—kombinasi yang jarang banget ketemu. Kualitas, rasa, tekstur, dan value for money semuanya excellent. Highly recommended untuk siapa aja yang suka somay atau lagi cari street food berkualitas dengan budget friendly.
✅ Kesimpulan: Worth It atau Cuma Hype?
Setelah petualangan berburu somay tengah malam dan jadi "tamu digital pertama" di Google Maps, saya dengan sangat yakin bilang: Siomay Enaaak by Riva is ABSOLUTELY WORTH IT. Ini bukan cuma hype atau nama catchy doang. Kualitas ikan tenggirinya real (100% asli tanpa pengawet), teksturnya beda dari somay biasa (padat kenyal "gembul"), bumbu kacangnya medok dengan kecap spesial yang ngasih karakter unik, dan yang paling bikin wow—harganya cuma Rp5.000 per potong!
Dengan minimal pembelian 4 pcs (Rp20.000), kamu udah dapet pengalaman makan somay premium yang biasanya dijual 2-3x lipat harganya di tempat lain. Ini bukan sekadar "worth it," ini ridiculously good deal yang harus kamu manfaatin selagi ada. Cocok banget buat kamu yang pengen makan enak tapi budget terbatas, atau lagi pengen cemilan yang agak "sehat" dibanding gorengan (dengan catatan jangan kebanyakan bumbu kacangnya ya).
Rekomendasi: Dateng pas masih fresh (sore atau malem), jangan pelit sama bumbu kacang tapi juga jangan overload, dan kalau ada cabang deket rumah atau kosan, bookmark location-nya karena ini bakal jadi repeat order. Parkir luas, jadi nggak ada alasan buat males dateng. Saya personally cuma nyoba somay ori dan tahu putih, tapi dengan base quality segini, yakin varian lain (somay telur, tagor, kentang, kol) juga bakalan enak.
Final verdict: 9/10. WAJIB COBA, especially kalau kamu di area yang ada cabangnya. Dengan harga super terjangkau dan kualitas yang nggak main-main, ini adalah hidden gem yang layak banget didatengin. Saya personally udah planning untuk balik dan coba varian lain yang belum dicoba. Oh, dan fun fact—saya yang "gunting pita" tempat ini di Google Maps, jadi kalau kamu ketemu reviewnya, say hi! 😄
P.S. Kalau kamu baca sampai sini dan belum nyoba, you're missing out. Seriously. Jangan sampai penyesalan datang belakangan ya! 🥟✨
📍 Kunjungi Siomay Enaaak by Riva
🏠 Lokasi: Jl. Damai No.70A, RT.9/RW.2, Ciganjur, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630.
⏰ Jam Operasional: 08.50 – 20.49 WIB (Buka Setiap Hari)
📞 Pemesanan: +62 856-7193-932 (WhatsApp)
💡 Tips: Cobain Siomay Original Ikan Tenggiri mereka yang gembul dan padat, sering jadi langganan para artis!
Komentar
Posting Komentar