Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

Ada satu spot di kawasan bisnis Cilandak yang pas sore mulai berubah jadi pasar malam kuliner Jepang mini—lengkap dengan lorong sempit, asap mengepul kemana-mana, dan orang berdesak-desakan kayak rush hour. 

Ini bukan tempat buat yang cari makan santai sambil AC dingin. Kalau kamu gampang sesak napas karena asap atau claustrophobic di kerumunan, honest advice: skip aja. 
Foto close-up Chicken Katsu Mozzarella porsi besar dengan parutan wortel dan nori di Hiroshima Street Food Cilandak


Tapi kalau kamu adventure eater yang rela sacrifice kenyamanan demi sensasi street food Jepang yang beneran authentic di Jakarta Selatan—congratulations, kamu bakal nemuin pengalaman kuliner yang unforgettable. Warning: baju bakal bau asap berjam-jam, tapi lidah dan perut dijamin puas maksimal.

Jujur aja ya, saya tuh tipe orang yang kalau pengen jajanan Jepang pasti mikir tempat nyaman dan ber-AC. Tapi pas temen ngajakin ke Hiroshima Japanese Street Food di Cilandak, ekspektasi saya langsung dibalik total. Tempat ini bukan soal kenyamanan—ini soal pengalaman raw street food ala Jepang yang bikin adrenalin naik! Lorong sempit, asap mengepul, orang berdesakan, tapi hidangan yang keluar dari setiap stan bikin mata berbinar. Kalau kamu nyari vibes authentic pasar malam Tokyo di Jakarta, ini tempatnya.

Jujur aja ya, saya tuh tipe orang yang kalau pengen jajanan Jepang pasti mikir tempat nyaman dan ber-AC. Tapi pas temen ngajakin ke Hiroshima Japanese Street Food di Cilandak, ekspektasi saya langsung dibalik total. Tempat ini bukan soal kenyamanan—ini soal pengalaman raw street food ala Jepang yang bikin adrenalin naik! Lorong sempit, asap mengepul, orang berdesakan, tapi hidangan yang keluar dari setiap stan bikin mata berbinar. Kalau kamu nyari vibes authentic pasar malam Tokyo di Jakarta, ini tempatnya.

🍢 Kenapa Saya Akhirnya Coba Hiroshima Street Food?

Ceritanya begini: Hiroshima Japanese Street Food ini berlokasi di Jl. KKO Cilandak No. 5, tepatnya di area Food Court Kampung Kandang, Ragunan, Jakarta Selatan. Tempat ini terkenal banget di kalangan foodies Jakarta yang doyan hunting street food dengan suasana chaotic tapi seru. Saya sempat ragu karena baca review yang bilang tempatnya super padat dan berasap, tapi rasa penasaran menang. Lagipula, kalau mau ngerasain authentic street food Jepang tanpa terbang ke Jepang, ini kesempatan emas.

Porsi salad kol dan wortel Jepang dengan saus mayones dan rumput laut nori kering

Yang bikin makin penasaran? Variasi menunya gila-gilaan lengkap dalam satu spot—dari takoyaki, okonomiyaki, yakitori, sampai fusion dishes. Plus, harga per menunya Rp 25.000 - 50.000, masih reasonable untuk ukuran street food Jakarta Selatan. Jadi sore itu, saya nekad dateng buat nyobain langsung kehebohan Hiroshima yang katanya bikin ketagihan.

🎨 Visual & Plating: Sederhana Tapi Menggugah

Oke, jangan harap plating fancy kayak resto berbintang ya. Ini street food, jadi penampilannya memang raw dan straightforward. Tapi justru di situlah charm-nya! Takoyaki dan yakitori yang saya pesan datang di piring kertas minimalis dengan topping yang nggak pelit. Takoyaki ditaburi bonito flakes yang masih goyang-goyang karena panas, disiram saus cokelat kental, plus mayones zigzag cantik. Meskipun simple, tetep bikin nafsu makan langsung naik.

Semangkuk nasi putih Jepang hangat bertabur bumbu furikake nori dan wijen panggang

Yang menarik, beberapa stan pakai garnish daun nori atau spring onion cincang tipis buat kasih accent hijau segar. Jadi meskipun disajiin di wadah take-away, tetep ada effort bikin mata seneng dulu. Kalau kamu suka foto makanan buat Instagram, pencahayaan di sini challenging (malam dan penuh asap), tapi justru itu bikin foto kamu punya vibe street food yang authentic.

👃 Sensori Rasa & Aroma yang Bikin Ketagihan

Ini dia bagian yang bikin saya ngerti kenapa orang rela berdesakan: rasanya memang juara. Takoyaki yang saya cobain punya profil rasa kompleks—adonan luarnya gurih dengan hint manis dari saus, dalamnya creamy dengan potongan gurita kenyal. Ada umami kuat dari bonito flakes dan kecap asin Jepang yang meresap sempurna. Yakitori-nya? Daging ayam dimarinasi teriyaki yang balance antara manis, gurih, dan sedikit smoky dari panggangan arang. Setiap gigitan ngasih kepuasan maksimal.

Aroma di sekitar Hiroshima memang overwhelming—campuran asap panggangan, saus okonomiyaki yang caramelized, dan minyak panas dari deep-fried takoyaki. Kalau kamu sensitif bau asap, ini bisa jadi tantangan. Tapi buat saya yang udah lapar, aroma itu justru bikin makin nggak sabar. Cuma saran: pakai baju yang nggak masalah bau asap, karena dijamin bakal nempel berjam-jam.

🥢 Tekstur: Dari Crispy Sampai Juicy

Tekstur adalah aspek yang bikin menu di sini memorable. Takoyaki punya kontras tekstur perfect: kulit luar yang sedikit crispy ketemu isian dalam yang super lembut, hampir melt-in-your-mouth. Potongan guritanya kenyal tapi nggak alot, pas banget. Yakitori punya tekstur daging yang juicy banget—pas digigit langsung ada jus daging yang keluar karena teknik grill yang dijaga biar nggak overcook.

Yang agak mengecewakan: okonomiyaki yang saya lihat di stan sebelah teksturnya agak too soft, kurang crispiness di bawahnya. Padahal okonomiyaki yang enak harusnya ada sedikit crunch di bagian bawah. Tapi ya namanya street food dengan omset tinggi dan serba cepat, jadi wajar ada sedikit kompromi.

🌱 Relevansi dengan Tren Kuliner 2026

Di tahun 2026, tren kuliner yang hot adalah authentic street experience dan makanan dengan cerita. Hiroshima nggak eksplisit ngangkat tema plant-based atau zero waste, tapi mereka punya nilai plus: ngasih pengalaman yang nggak bisa kamu dapetin dari delivery apps atau restoran formal. Ini experience economy banget—kamu bayar bukan cuma buat makanan, tapi juga buat sensasi berdesakan, bau asap, dan atmosfer pasar malam yang chaotic.

Dari segi menu, beberapa stan mulai nawarin fusion menarik seperti yakitori bumbu sambal matah atau takoyaki isi mozarella (very Indonesian twist). Ini sejalan sama tren 2026 yang celebrate fusion lokal-global. Tapi kalau ditanya apakah mereka sudah embrace sustainability atau menu sehat? Belum sih. Masih banyak pakai styrofoam dan plastik sekali pakai. Semoga ke depannya bisa improve.

Chicken Katsu yang disajikan dengan saus mayones

💰 Kualitas vs Harga: Sepadan Gak Sih?

Pertanyaan sejuta umat: worth it nggak bayar Rp 25.000 - 50.000 buat street food? Menurut saya, yes, sangat worth it. Porsinya generous (takoyaki 6 pcs cukup buat bertiga), rasanya consistent enak, dan kamu dapet pengalaman yang unique. Dibandingkan takoyaki frozen supermarket atau food court mall yang harganya bisa sama tapi rasanya standar, Hiroshima menang jauh.

Yang saya appreciate: payment method fleksibel banget. Tunai, QRIS, semua bisa. Kalau kehabisan saldo digital, ada banyak ATM Mandiri di sekitar area. Cuma ya ekspektasi harus realistis: ini bukan tempat nyaman buat nongkrong lama. Kamu dateng, beli, makan sambil berdiri, terus pulang. Kalau cari comfort dining, salah alamat.

📍 Lokasi, Parkir & Strategi Bertahan Hidup

Lokasi Hiroshima ada di Jl. KKO Cilandak No. 5, area Food Court Kampung Kandang. Kalau naik transportasi umum atau ojol, aksesnya gampang. Tapi kalau bawa mobil? Bersiaplah untuk perang parkir. Tips dari pengalaman: jangan harap parkir tepat di depan lokasi. Pakai "Strategi Perimeter"—begitu kamu 50-100 meter dari lokasi, langsung cari parkiran di gedung perkantoran sekitar. Lebih baik jalan kaki dikit daripada stuck di macet.

Soal navigasi di dalam: lorong pejalan kaki sangat sempit, sering terjadi kemacetan manusia karena meja-kursi meluap ke jalan. Tips: pakai baju tipis (panas dan berasap), pakai masker kalau perlu, dekap tas di depan dada biar mudah lewat kerumunan. Tapi yang bikin lega, meskipun padat, tingkat keamanan tinggi. Saya nggak was-was soal copet. Plus, suasana ramai justru seru dan terasa hidup.

⭐ Kelebihan & Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Kelebihan:

Variasi menu lengkap dalam satu spot—takoyaki, okonomiyaki, yakitori, fusion dishes. Rasa consistently enak, bukan sekali enak terus next time zonk. Payment fleksibel (tunai, QRIS, ATM banyak). Atmosfer authentic street food yang unique dan Instagram-worthy. Keamanan terjaga meskipun ramai.

Kekurangan:

Kenyamanan nyaris nol. Lorong sempit, berasap, panas, berdesakan. Tidak cocok untuk lansia, balita, atau yang punya masalah pernapasan. Parkir mobil sangat challenging. Belum fokus ke sustainability (banyak styrofoam dan plastik). Beberapa menu teksturnya kurang perfect. Pas peak hour, antrian bikin frustrasi dan atmosfer overwhelming.

📊 Penilaian Saya (Skala 1-10)

Rasa: 8.5/10 — Solid, authentic, bikin ketagihan.
Visual & Plating: 7/10 — Simple tapi menggugah.
Tekstur: 8/10 — Kontras takoyaki perfect, yakitori juicy.
Kenyamanan: 4/10 — Bukan tempat buat yang cari comfort.
Harga: 8/10 — Worth it buat porsi dan rasa.
Pengalaman Keseluruhan: 7.5/10 — Heaven buat adventure eater, nightmare buat yang nyaman di zona aman.

✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?

Wajib coba, tapi dengan catatan: kamu harus dateng dengan mindset yang tepat. Hiroshima Japanese Street Food Cilandak bukan tempat buat date romantis atau family gathering nyaman. Ini tempat buat kamu yang pengen ngerasain sensasi pasar malam Jepang yang authentic, dengan segala kekacauan, asap, dan keramaiannya. Kalau kamu adventure eater dan nggak masalah sama kondisi yang kurang ideal demi pengalaman kuliner memorable, Hiroshima bakal jadi spot favorit kamu.

Menurut saya, menu-menu di sini lebih baik dari kebanyakan street food Jepang lain di Jakarta yang sering terasa standar atau terlalu di-Indonesia-kan. Di Hiroshima, kamu masih ngerasain autentisitas rasa Jepang dengan twist lokal yang nggak berlebihan. Skor akhir: 7.5/10. Bakal balik lagi? Definitely, tapi pas weekday sore biar nggak terlalu padat!

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup