📑 Daftar Isi (Klik untuk Lompat):
🍗 Kenapa Saya Tertarik ke Amah Kopitown PIK
📍 Lokasi & Suasana Tempat
🍽️ Menu yang Saya Coba
👅 Rasa Secara Keseluruhan
⭐ Kelebihan yang Paling Kerasa
⚠️ Catatan Kekurangan
📝 Kesimpulan Jujur Saya
🍗 Kenapa Saya Tertarik ke Amah Kopitown PIK
📍 Lokasi & Suasana Tempat
🍽️ Menu yang Saya Coba
👅 Rasa Secara Keseluruhan
⭐ Kelebihan yang Paling Kerasa
⚠️ Catatan Kekurangan
📝 Kesimpulan Jujur Saya
🍗 Kenapa Saya Tertarik ke Amah Kopitown PIK
Selain karena visual makanannya yang menggoda, saya memang punya kelemahan pada konsep kuliner nostalgia. Amah Kopitown membawa narasi “masakan rumahan ala kopitiam”, bukan kopi doang, tapi makanan berat yang niat. Ini yang bikin saya penasaran. Di tengah banyaknya tempat makan PIK yang modern dan serba cepat, konsep seperti ini terasa agak melawan arus. Bukan sok jadul, tapi lebih ke pengen bikin orang duduk, makan pelan, dan ngobrol.📍 Lokasi & Suasana: Adem di Dalam, Ramai di Luar
Amah Kopitown berlokasi di kawasan Ruko Golf Island, Pluit, Jakarta Utara, dan sekarang sudah terdaftar di Google Maps. Jadi secara navigasi aman, tinggal ketik nama tempatnya. Begitu masuk, suasananya langsung berubah. Interior kayu, lampu gantung bergaya retro, musik pelan. AC dingin beneran, bukan dingin setengah hati. Pengunjungnya campur, ada keluarga, ada pasangan, ada yang datang khusus makan, bukan kerja. Satu hal yang perlu disiapkan mentalnya dari awal: parkir terbatas. Terutama di akhir pekan, ini bukan hal yang bisa disepelekan. Kalau kamu tipe yang nggak mau ribet, transportasi online adalah keputusan paling bijak.🍽️ Menu yang Saya Coba: Tidak Banyak, Tapi Berkarakter
Saya tidak pesan banyak. Fokus ke beberapa menu yang sering disebut sebagai andalan. Menu yang paling berkesan adalah chicken karage kuah. Begitu datang, aromanya langsung naik duluan. Kuah panas, wangi jahe dan kaldu ayam, bikin badan refleks condong ke mangkuk. Yang bikin menarik, ayamnya tetap punya tekstur renyah walaupun disiram kuah. Sensasinya unik, kriuk dan hangat datang bergantian. Lalu ada ayam goreng ala kopitiam yang rasanya familiar. Bukan yang bikin kaget, tapi yang bikin nyaman. Ini tipe menu yang kalau dimakan pelan-pelan, rasanya makin enak. Saya juga coba kari beef ala Chinese style. Dagingnya empuk, bumbunya bersih, tidak berat. Ini bukan kari yang bikin lidah capek, tapi justru cocok buat makan santai. Untuk minuman, saya penasaran dengan kopi butter. Awalnya terdengar aneh, tapi ternyata masuk. Pahit kopi terasa lebih lembut, teksturnya jadi lebih halus. Bukan untuk semua orang, tapi menarik buat dicoba.👅 Rasa Secara Keseluruhan
Secara keseluruhan, rasa di Amah Kopitown PIK itu seimbang. Gurih, hangat, dan terasa niat. Tidak berlebihan, tidak bikin enek, dan setelah makan tidak ada rasa haus aneh atau lidah capek. Porsinya standar. Cukup mengenyangkan, tapi bukan tipe porsi yang bikin kamu susah berdiri. Ini penting dicatat supaya ekspektasi tetap realistis.⭐ Kelebihan yang Paling Kerasa
Yang bikin saya tetap menganggap tempat ini layak dicoba: Konsep kopitiam yang tidak setengah-setengah Rasa makanan konsisten dan terasa diracik dengan niat Suasana nyaman untuk makan santai Buka sejak pagi, cocok untuk brunch Ada menu unik yang tidak pasaran Sebagai tempat makan PIK Jakarta Utara, Amah Kopitown punya identitas sendiri.⚠️ Catatan Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu
Selain urusan parkir, ada beberapa catatan kecil. Tempat ini lebih cocok untuk makan dan ngobrol, bukan untuk work from cafe seharian. Pilihan menu juga belum mengakomodasi vegetarian atau plant-based. Bukan masalah besar, tapi penting untuk diketahui sebelum datang, supaya tidak salah ekspektasi.📝 Kesimpulan Jujur Saya
Saya tidak menyesal datang ke Amah Kopitown. Beberapa menu terasa memorable, suasananya nyaman, dan pengalaman makannya menyenangkan. Tapi ini bukan tempat yang akan saya datangi tiap minggu. Rekomendasi saya sederhana: Datang di weekday kalau bisa Jangan datang dengan ekspektasi makan cepat Nikmati makanannya pelan-pelan Kalau kamu pencinta kuliner nostalgia PIK dan suka suasana kopitiam yang tenang, tempat ini layak kamu coba setidaknya sekali. Kalau nanti kamu ke sini dan punya pengalaman berbeda, saya justru penasaran dengar ceritanya. Bisa jadi kita beda nasib soal parkir 😄
Kategori:
Dessert,
Jakarta,
Jakarta Utara,
Kuliner,
Review,
review Jujur,
Komentar
Posting Komentar