Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

Jujur saja, saya tuh tipikal orang yang skeptis kalau ada warung bakmi baru—udah kebanyakan soalnya yang rasanya standar aja. Tapi begitu nyobain Bakmi THI 05, ekspektasi saya langsung digebrak! Dari pertama kali masuk, aroma kaldu yang kuat langsung menyapa hidung saya, bikin perut langsung keroncongan padahal baru aja sarapan. Tempat ini bukan sekadar jualan mie biasa, tapi benar-benar menyajikan pengalaman kuliner yang bikin saya balik lagi dan lagi—sampai-sampai temen saya bilang "Lu kayak ambassador Bakmi THI 05 deh!" (disclaimer: saya TIDAK dibayar ya, cuma ketagihan aja 😂).

Bakmi THI 05, isinya tumpah, dompet bahagia
Tampilan dagingnya sungguh menggugah selera!

🍜 Kenapa Saya Akhirnya Coba Bakmi THI 05?

Ceritanya, saya lagi scrolling Instagram sambil nunggu ojol, terus FYP saya tiba-tiba penuh video orang makan bakmi dengan kuah yang keliatan banget thick dan golden. Penasaran, saya langsung cek lokasinya—ternyata gak jauh dari rumah! Pas weekend itu juga saya langsung meluncur. Begitu masuk, suasananya homey tapi tetap rapi. Staf langsung nyapa dengan ramah, tanpa basa-basi langsung tanya "Mau pesan apa, Kak?" (Ah, pelayanan cepat dan to the point—saya suka!).

🍚 Nasi Campur yang Bikin Saya Lupa Diet

Oke, mari kita bahas si bintang pertama: Nasi Campur. Begitu piring ini datang, saya langsung takjub—penatannya rapi banget! Di atas nasi putih pulen, ada potongan ayam yang dimasak sempurna, telur rebus yang dipotong cantik, irisan babi merah yang glossy, dan sayuran segar yang warnanya masih vibrant. Presentasinya simple tapi elegan, cocok banget buat difoto dulu sebelum dimakan (meski ujung-ujungnya saya keburu laper dan langsung hajar 😅).

Nasi Campur dengan potongan ayam yang dimasak sempurna, telur rebus yang dipotong cantik, irisan babi merah yang glossy, dan sayuran segar


Soal rasa? JUARA BANGET! Nasinya gak berminyak berlebihan seperti nasi campur di tempat lain yang kadang bikin eneg. Setiap komponen punya rasa tersendiri tapi tetap harmonis. Ayamnya empuk dengan bumbu meresap sempurna, babi merahnya manis gurih dengan tekstur yang lembut tapi tidak lembek. Yang bikin saya impressed, mereka juga kasih acar sebagai penyegar—perpaduan asam dan pedas yang bikin setiap suapan gak pernah bosen. Teksturnya balanced: ada yang lembut (ayam), ada yang chewy sedikit (babi merah), dan ada crunch dari sayuran segar.

🍝 Mie yang Teksturnya Bikin Nagih

Kalau nasi campur itu comfort food, Mie di Bakmi THI 05 ini adalah signature dish yang WAJIB kamu coba! Saya pesan yang versi kuah, dan begitu sendok pertama kaldunya masuk mulut, saya langsung ngerti kenapa tempat ini ramai. Kuahnya punya depth of flavor yang kompleks—gurih, sedikit manis, dan ada hint umami yang kuat dari kaldu ayam (atau mungkin babi? entahlah, yang pasti enak!). Aromanya harum, bikin napsu makan langsung naik 200%.

Mienya sendiri? KENYAL SEMPURNA! Bukan yang lembek kayak mie instan, tapi juga bukan yang keras sampai susah digigit. Teksturnya springy, pas banget di mulut, dengan diameter yang gak terlalu tipis atau tebal. Setiap helai mie terbalut kuah dengan sempurna. Ditambah topping irisan babi merah, pangsit goreng yang crispy, dan taburan daun bawang segar—ini kombinasi yang bikin saya sampai minum kuahnya sampai tetes terakhir (something I rarely do!).

Fun Fact tentang Mie Mereka

Saya sempat ngobrol sama salah satu staffnya, dan ternyata mie di sini dibuat fresh setiap hari! Pantesan teksturnya beda dari bakmi kebanyakan. Mereka juga masih pakai resep turun-temurun yang udah puluhan tahun—no wonder rasanya autentik banget. Ini sejalan dengan tren 2026 yang makin menghargai sustainability dan bahan lokal yang fresh, bukan yang beku atau instant.

🌟 Visual & Plating yang Instagram-Worthy

Di era 2026 ini, makanan gak cuma harus enak tapi juga harus eye-catching—dan Bakmi THI 05 paham banget ini. Setiap hidangan disajikan dengan plating yang rapi meski gak over-the-top. Mereka pakai piring keramik putih polos yang justru bikin warna-warni makanannya makin pop. Nasi campur ditata dengan komposisi yang balance, sementara mie kuah disajikan dengan garnish daun bawang dan bawang goreng yang ditabur cantik di atasnya.

Kwetiau THI 05 hidangan disajikan dengan plating yang rapi meski gak over-the-top.

Untuk kamu yang suka konten kuliner, ini definitely worth to shoot! Lighting di tempat mereka juga bagus—natural light masuk sempurna pas siang, jadi gak perlu ribet bawa ring light segala 📸

💰 Harga vs. Kualitas: Worth It Gak Sih?

Nah ini yang bikin saya makin respect sama Bakmi THI 05—harganya SANGAT REASONABLE! Dengan range Rp 50.000 – Rp 175.000 per orang (tergantung menu dan porsi yang kamu pilih), kualitas yang didapat itu jauh di atas ekspektasi. Nasi campur saya habis sekitar Rp 65.000, sementara mie kuah cuma Rp 55.000. Untuk rasa dan porsi yang didapat, ini value for money banget!

Pelayanannya juga patut diapresiasi. Staffnya ramah, attentive tapi gak invasive. Pesanan datang cepat (gak sampai 15 menit), dan mereka rajin nanya "Ada yang perlu ditambah, Kak?" tanpa bikin kamu merasa terpaksa order lebih banyak. Plus point: mereka juga nerapin sistem pembayaran cashless yang smooth—QRIS, debit, semua bisa!

⭐ Kelebihan & Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Kelebihan:

Rasa autentik dengan kualitas bahan yang jelas fresh dan premium
Tekstur mie yang perfect—kenyal, springy, dan homemade feel-nya kerasa banget
Harga terjangkau untuk kualitas yang didapat (value for money tinggi!)
Pelayanan ramah dan cepat, cocok buat kamu yang gak suka nunggu lama
Plating rapi dan Instagram-worthy tanpa terkesan berlebihan
Variasi menu lumayan banyak—ada kwetiau, nasi, dan berbagai pilihan topping

Kekurangan:

⚠️ Porsi agak kecil untuk yang nafsu makan besar—kalau kamu tipe yang biasa makan banyak, mungkin perlu order tambahan atau porsi jumbo
⚠️ Kuah mie cenderung asin buat sebagian orang (tapi buat saya sih pas, cuma temen saya ada yang komplain)
⚠️ Tempat duduk terbatas—kalau weekend atau jam makan siang, siap-siap antri atau sharing table
⚠️ Gak ada parkir khusus—kamu harus parkir di pinggir jalan atau cari parkiran umum terdekat

📊 Penilaian Saya untuk Bakmi THI 05 (Skala 1-10)

Rasa: 9/10 — Autentik, bold, dan bikin nagih. Cuma kurang sedikit aja buat yang sensitif sama rasa asin.
Tekstur: 9.5/10 — Mie kenyal sempurna, topping empuk, sayuran segar. Hampir gak ada yang perlu dikoreksi!
Visual & Plating: 8/10 — Rapi dan menarik, tapi masih bisa ditingkatkan dengan sedikit garnish herbs atau colorful veggies.
Porsi: 7.5/10 — Pas untuk kebanyakan orang, tapi buat yang doyan makan banyak mungkin kurang puas.
Harga: 9/10 — Sangat affordable dengan kualitas yang didapat!
Pelayanan: 9/10 — Ramah, cepat, dan profesional.
Relevansi Tren 2026: 8.5/10 — Mendukung tren bahan fresh dan homemade, cocok dengan gerakan anti-instant food yang lagi naik.

⭐ TOTAL SCORE: 8.6/10 — Highly recommended untuk pecinta bakmi autentik!

✅ Kesimpulan: Wajib Coba atau Skip?

WAJIB COBA, PERIODE! Bakmi THI 05 ini bukan hype kosong—mereka memang deliver kualitas yang konsisten. Kalau kamu penggemar bakmi atau lagi cari tempat makan yang affordable tapi rasanya gak murahan, ini tempatnya. Saya pribadi udah recommend ke semua temen dan keluarga, dan semuanya bilang "Kok baru tau sih tempat sebagus ini?!"

Apakah ini lebih baik dari bakmi legendaris lainnya di Jakarta? Well, setiap tempat punya keunikan masing-masing. Tapi untuk value for money dan konsistensi rasa, Bakmi THI 05 definitely masuk top 3 saya. Mereka gak cuma jualan makanan, tapi ngasih pengalaman kuliner yang bikin kamu pengen balik lagi—dan itu yang paling penting buat saya.

Jadi tunggu apa lagi? Langsung meluncur ke Bakmi THI 05, dan jangan lupa cobain Nasi Campur sama Mie Kuah mereka ya! Trust me, lidah kamu akan berterima kasih 😋

Baca Ulasan saya disini:Bakmi THI 05Jl. Pangeran Tubagus Angke No.13 7, RT.14/RW.7, Jelambar Baru, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11460 Jam buka-tutup: Setiap hari, 07.00–17.00


Suka dengan bakmi dan hidangan samcan? Jangan lewatkan petualangan rasa saya lainnya di Sunter! Simak review jujur saya tentang Ichung Bukan Kopitiam yang porsinya bikin geleng-geleng kepala!

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup