Blogger Jurnal Rasa (BJR)

Cari

Kesan pertama dengan Ayam Goreng Cabe Ijo Mas Hendy

Sengaja saya datang membawa rombongan keluarga inti untuk membuktikan rumor kelezatan Ayam Goreng Cabe Ijo Mas Hendy. Kami tiba saat malam, tepat setelah "puasa siang hingga sore" demi mendapatkan nilai lebih yang ditawarkan: Free nasi dan minum sepuasnya! Sebuah penawaran yang sulit ditolak bagi kaum auditor kuliner yang juga merangkap pejuang porsi kenyang.

Plang nama besar Ayam Goreng Cabe Ijo Mas Hendy di pinggir jalan raya

Lokasi & Trik Parkir "Cerdas"

Mencari lokasinya tidak sulit karena posisinya strategis di depan jalan raya dengan plang yang lumayan gede. Namun, ada catatan penting bagi Anda yang membawa mobil. Area parkir aslinya hanya muat sekitar 2 mobil dengan risiko saling kunci. Tips Auditor: Datanglah setelah jam 7 atau 8 malam, lalu parkir di bengkel resmi Yamaha sebelah. Biasanya sudah tutup dan lebih aman, tapi tetap sopanlah bertanya pada kang parkir Mas Hendy.

Misi Mengacak-acak Menu: Dari Ayam Hingga Drama Sanitasi

Masuk ke dalam, jangan harap ada staf yang menghampiri meja Anda. Di sini Anda harus mandiri: scan barcode di meja atau langsung ke kasir. Sistemnya pay first, eat later via tunai atau QRIS.

Sebagai auditor, saya perhatikan detailnya: meskipun ramai, lantai dan meja tidak terlalu berminyak. Fasilitas cuci tangan tersedia, namun tisu absen di area wastafel (hanya ada di meja makan). Satu hal yang krusial, saya tidak melihat tanda toilet. Entah memang tidak ada atau aksesnya sangat tersembunyi khusus staf. Selain itu, tidak ada kursi anak dan area bebas asap rokok. Siapkan mental jika tetangga meja Anda mulai merokok sehabis makan.

Menu Utama Ayam Goreng Cabe Ijo Mas Hendy

Sensasi Daging dan Cabe Ijo "Aliran Dewa"

Pesanan datang agak lama, tapi terbayar dengan ukuran ayam yang besar. Bumbunya meresap sampai ke dalam meski daging tetap putih bersih. Untuk bebek? Menurut saya masih kalah dibanding spesialis bebek Madura/Kaleyo. Bintang utamanya tetap Cabe Ijo: Pedas level atas tapi tidak menyiksa. Poin ini sukses menutup kekurangan waktu tunggu yang lama.

Tampilan Ayam Goreng Cabe Ijo Mas Hendy

Kesimpulan Auditor Kuliner: Simak Kelebihan & Kekurangannya

Poin Plus (+) Poin Minus (-)
Nasi dan Minum Free sepuasnya. Waktu tunggu makanan cukup lama.
Harga transparan dan terjangkau. Tidak ada kursi anak & No Smoking Area.
Rasa sambal cabe ijo sangat juara. Info toilet tidak tersedia/absen.

📊 Hasil Audit: Ayam Cabe Ijo Mas Hendy

Rasa Ayam & Cabe Ijo9.0 / 10
Rasa Bebek6.5 / 10
Fasilitas & Sanitasi (Parkir/Wastafel/Toilet)5.5 / 10
Value for Money9.5 / 10
SKOR AKHIR AUDITOR7.2 / 10

Vonis Akhir: Sangat layak dikunjungi bagi pemburu porsi kenyang, asalkan sabar dengan waktu tunggu dan asap rokok.

Kategori: ayam, Goreng, Jakarta, Kuliner,

Komentar

Jurnal Rasa Mendatang

30 Menu Sahur yang Sehat dan Praktis untuk 1 Bulan: Resep, Tips, dan Persiapan Anti Ribet

Kalau ada momen di bulan Ramadhan yang rasanya seperti lomba sprint saat otak masih di mode buffering, itu adalah sahur. Mata masih berat, langkah masih menyerupai zombie menuju dapur, sementara jam dinding terus berdetak mendekati imsak. Saya tahu rasanya—berpacu dengan waktu demi memastikan keluarga mendapat asupan terbaik sebelum beribadah. Memasak sahur tidak perlu ribet. Yang penting keluarga dapat makanan bergizi sebelum memulai hari. Foto: Rene Terp / Pexels 📘 NAVIGASI CEPAT 30 MENU SAHUR 🌅 Minggu 1: Menu Praktis & Penambah Energi (Hari 1-10) 🥗 Minggu 2: Variasi Sayur & Protein (Hari 11-20) 🍱 Minggu 3: Cepat Saji & Penutup Ramadhan (Hari 21-30) ✨ Tips & Penutup